Penyuluhan dan Dampak Pandemi Covid-19 di Kabupaten Temanggung

Temanggung – Kewaspadaan Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam menyikapi masalah terkait Pandemi Covid-19, diwujudkan dengan penyuluhan secara berkelanjutan kepada masyarakat tentang pentingnya mengenakan masker di tempat umum, kegiatan penyuluhan ini telah dilaksanakan sejak 20 Mei 2020 hingga tanggal 23 Mei 2020.

Terutama di pasar, mall dan tempat umum lainnya. Pemerintah menghimbau agar masyarakat menggunakan masker dan sering mencuci tangan. Aparat setempat juga melakukan operasi masker di seluruh pasar yang ada di Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah rantai penyebaran virus corona di Kabupaten Temanggung.

Hal ini juga menyebabkan masalah mengenai dampak Covid-19 bagi sebagian masyarakat yang berdagang di tempat-tempat umum, seperti di Pasar Legi Parakan, banyak masyarakat yang di himbau untuk tidak keluar rumah dan mengurangi aktivitasnya diluar rumah, sehingga harus menggunakan masker apabila ada keperluan yang sangat mendesak. Hal ini menyebabkan pedagang di pasar sepi pelanggan.

‘’Penjualan semakin meningkat padahal awalnya ekspektasi saya buruk mengenai dampak corona ini. Dan mungkin adanya bantuan dari pemerintah, masyarakat menjadi memanfaatkan uang tersebut. Tetapi mayoritas memang sedikit menurun dibandingkan sebelum pandemi Corona,’’ ujar Sania, pedagang sembako di Pasar Legi Parakan (31/05/2020).

Pedagang sembako di Pasar Legi Parakan mengalami peningkatan penghasilan karena banyaknya kebutuhan masyarakat yang bertambah dan harus terpenuhi. Masyarakat sendiri harus mempunyai persediaan bahan makanan yang cukup karena dengan adanya peraturan pemerintah mengenai penutpan akses jalan dan desa-desa, menjadikan masyarakat sulit untuk keluar rumah. Sehingga harus menyediakan bahan makanan yang cukup.

‘’Dampak pandemi virus corona ini, mengalami penurunan penghasilan yang cukup signifikan, apalagi ramadhan tahun ini penurunan cukup drastis,’’ ujar Ibu Istifaiyah, seorang pedagang pakaian di Pasar Legi Parakan (31/05/2020).

Ramadhan tahun ini memang dirasa cukup mengalami penurunan bagi mayoritas pedagang di Pasar Legi Parakan. Dengan adanya peraturan pemerintah yang menghimbau masyarakat agar tidak bersilatirahmi dengan sanak saudara atau kerabat. Sehingga masyarakat lebih membutuhkan bahan pangan daripada pakaian untuk hari raya.

 

(Delya Novitasari)
Berita ini merupakan hasil belajar peserta mata Kuliah Jurnalistik Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.