Pengelola Gedung Keluhkan Revitalisasi Kota Lama, Ini Tanggapan Hendi

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengundang kontraktor pelaksana revitalisasi Kota Lama dan komunitas penggiat Kota Lama Semarang untuk berdiskusi terkait proses peningkatan infrastruktur Kota Lama yang sedang berjalan.

Bertempat di Cafe Tekodeko,  Hendisecara khusus melakukan pertemuan tersebut sebagai respon atas keluhan para pemilik gedung di Kota Lama Semarang. Keluhan tersebut terkait terganggunya akses masuk ke sebagian gedung terdampak revitalisasi Kota Lama Semarang.

Salah satu keluhan datang dari Pendeta Helen yang mewakili Gereja Blenduk. “Kami sangat senang dengan perhatian yang diberikan Pemerintah kepada Kota Lama, dan kami pada dasarnya sangan mendukung, tapi harap kami diberi tahu dulu,” jelas Helen.

“Termasuk untuk kegiatan-kegiatan lain di Kota Lama yang menutup jalan utama, terkhusus pada hari Minggu”, tambahnya.

Senada, Bagyo, Ketua RW 1 Tanjung Mas, juga menegaskan tidak mempermasalahkan upaya revitalisasi Kota Lama Semarang.

“Tidak masalah mengganggu karena ini demi kebaikan bersama, tapi mohon disinkronkan dengan stakeholder”, tutur Bagyo. “Sehingga harus ada pemberitahuan dulu agar kami ada persiapan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Hendi meminta kontrakor untuk membagikan surat edaran resmi yang mencantumkan timeline pengerjaan terencana.

“Dan saya tekankan, jangan sampai ada rencana revitalisasi yang menutup semua jalan, harus dikerjakan bertahap”, pinta Hendi.

“Jadi hari ini saya tuntaskan, saya akan lakukan koreksi terhadap seluruh kegiatan di Kota Lama baik yang sifatnya revitalisasi maupun penyelenggaraan event agar tidak merugikan sedulur-sedulur di Kota Lama”, tegasnya.

Selain itu, Hendi juga menegaskan akan turun tangan langsung mendorong percepatan revitalisasi Kota Lama, salah satu contohnya pada pengerjaan Jalan Letjen Suprapto yang merupakan jalan utama Kota Lama Semarang.

“Kontraktor mengatakan butuh waktu 4 minggu untuk memindah pipa PDAM, jadi tadi saya langsung telepon Direktur Teknik PDAM, saya katakan harus selesai 2 minggu”, ungkap Hendi. “Dan percepatan ini penting, karena salah satu roh kota lama adalah tempat-tempat usaha yang menghidupkan aktifitas di sini, jangan sampai karena terlalu lama pengerjaannya justru menimbulkan lebih banyak kerugian”, pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.