Pengantar Jurnalistik: Pengertian, Ruang Lingkup, dan Jenis-jenisnya

cara menulis artikel

Hari ini kita akan belajar dasar-dasar jurnalistik ya. 

Nah, ada tiga hal nih yang mau kita diskusikan. 

Pertama, kita akan bahas pengertian jurnalistik, biar kita paham betul jurnalistik itu sebenarnya apa sih?

Kedua, kita akan bahas latar belakangnya. Kenapa sih lahir jurnalistik dalam peradaban manusia? Apa pentingnya buat kita?

Ketiga, kita akan bahas jenis-jenisnya. Karena ternyata jurnalistik punya banyak genre lho. Dan tiap genre punya karakteristik yang beda-beda.

Oke. Kita bahas yang pertama. Pengertian jurnalistik.

Kamu pasti pernah baca atau nonton berita dong? Atau, kamu pernah dengar cerita temanmu tentang perjalanannya ke luar kota, ek luar negeri, atau cerita kocaknya waktu kencan pertama? 

Nah, baik berita atau cerita dari temanmu itu sebenarnya isinya sama yaitu informasi. Saat kamu baca berita atau denger cerita temanmu, kamu sama-sama mendapat informasi.

Tapi yang satu produk jurnalistik dan yang satu bukan. Tahu nggak bedanya di mana?

Berita adalah produk jurnalistik karena diproduksi dengan cara dan etika khusus. Sederhananya sih proses produksi berita itu ada tiga tahap yaitu pengumpulan, pengolahan, dan penyebarluasan informasi. Setiap tahapan kerja itu dilakukan dengan teknik dan etika tertentu. Jadi nggak boleh asal.

Salah satu prinsip utama dalam jurnalisme adalah verivikasi. Jadi, saat proses pengumpulan, pengolahan, dan penyebaran informasi dalam jurnalistik itu harus dilakukan verivikasi. Wartawan dan para editornya harus memastikan bahwa informasi yang diperolehnya benar dan bermanfaat untuk masyarakat.  Cek dan ricek gitu. Cek dan riceknya pun nggak cukup sekali lho. Kadang berkali-kali sampai wartawan yakin betul kalau informasi itu benar. 

Nah, kalau cerita perjalanan temanmu, itu bukan produk jurnalistik karena tidak dikerjakan dengan prosedur, prinsip, dan nilai-nilai jurnalistik. Dia bisa saja cerita sesuka-suka dia, boleh diceritakan sesuai perasaan atau secara subjektif, bahkan bisa menambahi atau menguranginya.

Nah, kelihatan banget kan bedanya. 

Kalau gitu, jurnalistik itu sebenarnya apa sih?

Ada banyak sih definisinya, Ada yang versi undang-undang, versi kamus, ersi akademisi, atau versi asosiasi wartawan juga ada.

Tapi sederhananya, jurnalistik itu kegiatan mengumpulkan, mengolah, dan mempublikasikan informasi dengan teknik dan etika tertentu untuk diterbitkan di media sehingga bisa diakses masyarakat.

Kurang lebih gitu ya. 

Nah, dari iluastrasi itu kita juga bisa simpulkan kalau ruang lingkup jurnalistik itu ada tiga yaitu pengumpulan, pengolahan, dan publikasi informasi.

Proses pengumpulan itu bisa disebut reportase. Bisa lewat observasi, riset, wawancara, atau investigasi.

Proses pengolahan itu bisa dalam bentuk pemilihan berita, editing, juga pengemasan atau lay out. Intinya biar informasi itu terkemeas menarik dan relevan dengan kebutuhan pembaca.

Di tahap publikasi itu bisa dalam bentuk pencetakan dan distribusi. Kalau di era sekarang ya penyiaran. Pemostingan gitu. 

Jad itu dia ruang lingkup jurnalistik.

Oke. Sekarang kita lanjut ke topik kedua. Kenapa sih jurnalistik ada? Apa pentingnya buat kita? 

Oke, buat menjawab pertanyaan itu, kita pahami dulu ya bahwa informasi itu sudah jadi kebutuhan hidup manusia sejak dulu. Nggak tahu sejak kapan persisnya sih, tapi pada era manusia purba pun informasi sudah diperlukan. Senggaknya untuk kebutuhan bertahan hidup.

Nah, di zaman sekarang, orang makin butuh informasi. Informasi diperlukan supaya kita bisa membuat keputusan-keputusan yang tepat dalam hidup.

Milih makanan, milih rumah, milih presiden, atau milih rute mana yang sebaiknya ditempuh untuk menuju tempat tertentu, semua pakai informasi. Makin banyak dan akurat informasi yang kita punya, keputusan yang kita ambil bisa semakin baik.

Nah, karena informasi itu penting be ge et alias penting banget, kita perlu orang dan lembaga yang tugasnya untuk mengumpulkan, memverivikasi, dan mempublikasikan informasi. Lembaga itulah yang namanya pers. Orangnya disebut wartawan. Dan kegiatannya adalah jurnalistik.

Kalau begitu, jurnalistik sebenarnya akan tetap dibutuhkan masyarakat sejauh mereka membutuhkan informasi. 

Cuma memang di tiap era tipe dan media penyampaian informasinya beda-beda. Dulu dalam bentuk pamflet, kemudian koran dan majalah, terus televisi dan radio, sekarang lebih banyak pakai internet. Tapi prinsipnya sama: yaitu informasi.

Terus, apa saja sih jenis-jenis jurnalistik?

Kita bisa kategorikan jurnalistik itu dari medium yang dipakai. Ada jurnalistik cetak, elektronik, dan digital.

Kita bisa juga kategorikan berdasarkan bidangnya. Ada jurnalisme ekonomi, olahraga, jurnalistik seni budaya. Bahkan jurnalistik kuliner juga ada lho.

Jenis junrnalistik juga bisa dilihat dari teknis kerjanya: ada jurnalisme data, jurnalisme narasi, ada juga jurnalisme investigasi. 

Atau, ada juga yang mengaketegorikan jurnalistik dari visi morilnya, misalnya ada jurnalisme damai. Ini jenis jurnalisme yang visinya adalah mendukung tercipanya perdamaian di masyarakat.

Tiap-tiap genre jurnalistik itu biasanya punya kekhasan. Karena persoalannya khas, teknologi yang dipakai juga khas, maka keterampilan yang dibutuhkan dalam genre-genre itu juga khas. Di tiap genre itu juga ada nilai-nilai dan budaya kerja yang beda-beda. 

Nah, itu dulu ya diskusi kita untuk materi pengantar jurnalistik. Kita akan bahas topik-topik lain.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.