Pengajian Akbar Uje di IKIP PGRI

Dua ribu lebih sivitas akademika IKIP PGRI Semarang (25/7) lalu menghadiri Tabliq Akbar peringatan Isro’ Mi’roj dan Dies Natalis IKIP PGRI Semarang ke 30 yang menghadirkan Ust. Jeffry Al Buchori atau yang lebih popular dengan sebutan Uje.

Dalam kegiatan yang dimulai pagi hingga menjelang Dzuhur tersebut Uje menyampaikan bahwa seharusnya guru ditempatkan dalam posisi teratas. Karena tidak ada presiden, menteri yang tidak mendapatkan ilmu dari guru.

“Jika Negara ini menempatkan guru dalam posisi paling atas setelah itu baru presiden maka Negara ini akan barokah” ujar Uje.

Dalam kesempatan tersebut Uje membahas segala hal termasuk tentang adil. “Semua harus dalam proporsinya, jika orang hanya membawa cangkir maka jangan diberi seember air. Demikian pula denagan mengajar, jangan hadapkan murid Taman Kanak-kanak dengan professor atau guru TK surung ngajar mahasiswa. Adil itu menempatkan sesuatu pada tempatnya, sesuai takarannya.”

Uje juga menghimbau kepada hadirin untuk tidak sombong. Karena menurutnya, Nabi Muhammad adalah nabi yang rendah hati. Ketika Allah SWT bertanya siapa kamu? Nabi menjawab, saya adalah anak yatim. Sikap nabi tersebutlah yang menjadikannya penghulu para nabi.

Maka menurut Uje, jika kita mengaku umat Muhammad tidak selayaknya sombong. Jangan sekali-kali menganggap rendah orang lain. Jika seseorang merasa lebih tinggi dibanding orang lain dihadapan Allah, maka ia saat itu jatuh dihadapan Allah. Orang boleh tinggi jabatan, boleh banyak harta, tetapi tidak boleh merasa lebih tinggi di hadapan Allah. PortalSemarang.Com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.