Pendidikan Lingkungan Hidup Bagi Masyarakat

Lingkungan atau sering disebut lingkungan hidup adalah jumlah semua benda hidup dan benda mati serta seluruh kondisi yang ada di dalam ruang yang kita tempati. Secara garis besar ada dua macam lingkungan yaitu lingkungan fisik dan lingkungan abiotic. Pertama, lingkungan fisik adalah segala benda mati dan keadaan fisik yang ada di sekitar individu misalnya batu-batuan, mineral, air, udara, unsur-unsur iklim, kelembaban, angina dan lain-lain. Lingkungan fisik ini berhubungan erat dengan makhluk hidup yang menghuninya. Kedua, lingkungan biotik adalah segala makhluk hidup yang ada di sekitar individu baik manusia, hewan dan tumbuhan.

Pendidikan Lingkungan Hidup merupakan upaya mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh elemen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk erperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk generasi sekarang da yang akan datang.

Perubahan lingkungan semakin cepat terjadi, berbagai macam bencana datang silih berganti. Beberapa musibah bencana disebabkan oleh penurunan kualitas lingkungan, menjadikan kita berpikir kebelakang dan menghubungkan kejadian tersebut dengan proses pendidikan yang diterapkan. Musibah hutan gundul yang menyebabkan erosi dan longsor mengakibatkan banyak korban dikarenakan longsoran menimpa kawasan pemukiman padat, permasalahan polusi udara di kota besar dikarenakan banyaknya penggunaan kendaraan bermotor, sikap penduduk yang masih membuang sampah sembarangan, dan masih banyak penyimpangan perilaku yang dapat menurunkan kualitas lingkungan.

Peningkatan usaha pembangunan, maka akan terjadi pula peningkatan penggunaan sumber daya untuk menyokong pembangunan dan timbulnya permasalahan-permasalahan dalam lingkungan hidup manusia. Dalam pembangunan, sumber alam merupakan kompnen yang penting karena sumber alam ini memberikan kebutuhan asasi bagi kehidupan. Dalam penggunaan sumberr alam tadi, hendaknya keseimbangan ekosistem proyek pembangunan, keseimbangan ini bisa terganggu, yang kadang-kadang bisa membahayakan kehidupan umat.

Dari berbagai permasalahan lingkugan hidup tersebut, penting dilakukan pendidikan mengenai lingkungan hidup pada masyarakat agar kualitas lingkungan menjadi semakin baik dan masyarakat dapat hidup dengan nyaman. Pendidikan Lingkungan Hidup di masyarakat dapat dilakukan dengan cara sosialisasi ke masyarakat secara langsung melalui LSM atau pun pihak yang menginginkan adanya perbuhan sikap pada masyarakat.

Seluruh elemen masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Seluruh komponen dalam nafas kehidupannya, sama-sama menciptakan lingkungan tempat tinggal, tempat kerja, tempat belajar serta tempat berusaha, bersih dan sehat. Terhadap hal-hal yang paling menjijikkan sekalipun, seperti tinja manusia dan kotoran hewan lainnya, dapat dikelola menjadi hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Begitu juga terhadap sampah dan benda bekas lainnya, tidak ada yang tak bisa diberdayakan. Jika dikelola dengan baik, seluruh kotoran, sampah dan benda-benda bekas, akan menjadi keuntungan bagi manusia, jika dikelola dengan baik. Karena itu, di setiap kelurahan dirangsang mampu membentuk bank sampah, membuat sampah organik, serta mengelola sampah agar menjadi keuntungan ganda bagi warga setempat. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk menangani sampah anorganik yaitu dengan melakukan 4 R (Replace, Reduce, Recycle dan Reuse).

Replace yaitu usaha mengurangi pencemaran  dengan menggunakan barang-barang yang ramah lingkungan. Contohnya memanfaatkan daun daripada plastik sebagai pembungkus, tidak menggunakan CFC sebagai pendingin dan lain-lain.

Reduce yaitu usaha mengurangi pencemaran lingkungan dengan meminimalkan produksi sampah. Contohnya membawa tas belanja sendiri yang besar dari pada banyak kantong plastik, membeli kemasan isi ulang rinso, pelembut pakaian, minyak goreng dan lain-lain daripada membeli botol setiap kali habis, membeli bahan-bahan makanan atau keperluan lain dalam kemasan besar daripada yang kecil-kecil.

Recycle yaitu usaha mengurangi pencemaran lingkungan dengan mendaur ulang sampah melalui  penanganan dan teknologi khusus. Proses daur ulang biasanya dilakukan oleh pabrik/industri untuk dibuat menjadi produk lain yang bisa dimanfaatkan. Dalam hal ini pemulung berjasa sekaligus mendapatkan keuntungan karena dengan memilah sampah yang bisa didaur ulang bisa mendapat penghasilan. Misalnya plastik-plastik bekas bisa didaur ulang menjadi ember, gantungan baju, pot tanaman dll.

Reuse yaitu usaha mengurangi pencemaran lingkungan dengan cara menggunakan dan memanfaatkan kembali barang-barang yang seharusnya sudah dibuang. Misalnya memanfaatkan botol/kaleng bekas sebagai wadah, memanfaatkan kain perca menjadi keset, memanfaatkan kemasan plastik menjadi kantong belanja / tas dll.

Dengan pengolahan limbah tersebut maka masyarakat akan mendapatkan keuntungan ganda yaitu yang pertama dapat menjaga kualitas lingkungan hidup dan yang kedua dapat meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengolahan limbah tersebut.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *