Pendapat Masyarakat Tegal Mulainya New Normal

Tegal – Semakin membaiknya kasus Covid-19 di Kota Tegal membuat masyarakat sedikit lega. Namun, bukan berarti rasa waspada masyarakat juga memudar. Penerapan New Normal di Tegal karena wilayah Tegal sudah menjadi zona hijau.

Penerapan New Normal yang diputuskan oleh walikota Tegal yakni Dedy Yon Supriyono disambut masyarakat dari berbagai kalangan, baik dari kalangan pedagang, karyawan, mahasiswa, dan sebagainya.

“Sudah lama saya hanya di rumah saja, mau pergi namun tempat wisata ditutup semua, tapi New Normal sudah ada, jadi saya dan keluarga akan pergi ke tempat wisata yang sudah dibuka seperti Pantai Alam Indah,” ungkap salah satu masyarakat Tegal, Haryono, Selasa (02/06/2020).

New Normal di Tegal diterapkan mulai 1 Juni 2020.  Di sektor Pariwisata, tempat wisata dan mal di Tegal masing-masing dijaga oleh TNI dan Polri sebagai bentuk kewaspadaan awal penerapan New Normal ini. Selain TNI dan Polri, di masing-masing mal juga akan disediakan minimal 10 bilik disinfektan dan 10 tempat untuk cuci tangan. Selain itu juga terdapat ambulan yang siap siaga di mal dan tempat wisata tersebut untuk berjaga-jaga.

Di sektor pendidikan, belum ada kepastian dari pemerintah pusat. Jika pemerintah pusat sudah ada keputusan maka pemkot Tegal akan mempersiapkan segalanya di setiap sekolah. Apalagi jika dilihat dari kasus baru baru ini, sudah rawan anak – anak yang terinfeksi virus Covid-19 ini. Untuk itu pemkot Tegal masih menunggu keputusan dari pemerintahan pusat.

Tak sedikit pula masyarakat yang khawatir dengan adanya New Normal ini. Walaupun pemkot sudah menyediakan pelayanan dan sarana sesuai dengan protokol kesehatan, namun penularan Covid-19 akan tetap bisa menyerang kapan saja dan di mana saja.

“Walaupun Tegal sudah mulai New Normal, saya masih khawatir akan ada kasus susulan, New Normal bisa memungkinkan timbulnya kasus Covid-19 susulan jika masyarakat tidak mematuhi aturan dan tidak memperhatikan protokol kesehatan, terutama pada objek wisata yang tidak hanya mendatangkan masyarakat lokal saja namun juga luar kota,” ungkap salah satu mahasiswi Tegal, Anisa , Senin (01/06/2020).

Penerapan New Normal ini juga harus masih diwaspadai dan diperhatikan oleh Pemkot dan masyarakat Tegal yang hendak berpergian. Kesadaran akan pentingnya penggunaan masker oleh masyarakat Tegal juga terlihat sudah bagus. Dilihat dari pengunjung mal di Tegal sudah banyak yang sudah memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

“Saya melihat di sini sudah banyak masyarakat kota Tegal yang sudah menggunakan masker, walau hanya beberapa yang masih menyepelekan masker, namun sudah ada peningkatan yang bagus,” ungkap salah satu pengunjung mal di Tegal, Billy, Rabu (03/06/2020).

Dalam perjalanan kasus Covid-19 di Tegal tercatat hanya 3 orang yang meninggal dunia. Dan mulai awal Juni ini Kasus Covid-19 di Tegal telah nihil dan menjadi zona hijau. Itu yang membuat kota Tegal menerapkan New Normal.

Selain itu, penerapan New Normal ini juga bukan berarti kembali seperti dulu. Namun, harus tetap mematuhi peraturan yang ada demi mencegah kasus Covid-19 susulan. Walaupun sudah diterapkan New Normal, sebaiknya semua protokol kesehatan perlu diterapkan dalam rutinitas keseharian dan selalu menjaga pola hidup sehat.

 

[Andika Putra Pututama]

Berita ini merupakan latihan menulis di kelas jurnalistik mahasiswa Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, FIP UNNES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.