Pemuda Gemilang, Motivasi Pemuda Berpretasi Internasional

Pemuda sering dipersepsi sebagai kelompok usia yang penuh kreasi, inovasi, energi, semangat tinggi dan keberanian yang berapi-api. Sosok pemuda bagi sebagian orang bahkan dianggap memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat bernegara, dan mempunyai pengaruh besar untuk mewujudkan peradapan bangsa yang lebih baik, guna meningkatkan pendidikan bangsa serta kesejahteraan masyarakat bersama.

Hal demikian pula yang tergambarkan atas para pemuda terdahulu yang telah berjuang menciptakan Indonesia yang lebih baik. Barangkali dari situlah yang sekiranya sudah tentu begitu disadari oleh para pemuda yang tergambung di Komunitas Pemuda Gemilang, Semarang. Sebab, beberapa waktu lalu komunitas tersebut menggelar kegiatan seminar dengan tema Pemuda Bersayap Internasional.

Melihat sejarahnya, komunitas ini lahir tahun 2013 dari inisiatif beberapa Alumni Organisasi AIESEC UNDIP yang ingin memberikan kontribusi positif dan berbagi kepada masyarakat. Pemuda Gemilang ini pun merupakan komunitas sosial yang bergerak di bidang pendidikan. Selain itu, komunitas ini merupakan sebuah wadah bagi anak-anak muda untuk mengetahui dan belajar bagaimana menjadi anak muda luar biasa yang berpotensi serta memiliki wawasan global yang luas.

Saat ini Pemuda Gemilang memiliki 26 schoolar (penerima beasiswa) yang terdiri atas beberapa sekolah di Kota Semarang. Adapun fokus dari beasiswa tersebut adalah memberikan dana bantuan finansial kepada anak-anak muda tingkat SLTA dan pengembangan soft skill melalui kelas PG dan Bahasa Inggris setiap bulannya. Dengan tagline “Ulurkan tanganmu untuk masa depan bangsa” Pemuda Gemilang akan terus berkarya demi Indonesia yang lebih baik.

Lebih lanjut, seminar tersebut diselenggarakan dalam rangka meningkatkan mental para pemuda Indonesia dan melatih mengembangkan wawasan Internasional, terkhusus dalam menghadapi persaingan global atau yang saat ini sedang ramai dibicarakan tentang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean.

“Dengan diselenggarakannya seminar ini kami berharap anak-anak muda dapat mengetahui bahwa banyak pengalaman-pengalaman luar biasa dan tantangan hebat yang menunggu anak muda Indonesia di luar sana,” kata Eri Wahyudi, Ketua panitia seminar saat ditemui wartawan Merah Putih di lokasi acara.

Adapun dalam pelaksanaannya, seminar tersebut dihadiri oleh ratusan pemuda tingkat SMA/SLTA/SMK Se Kota Semarang. Itu sebabnya, gedung Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Jawa Tengah mendadak ramai. Pasalnya, kemeriahan itu berasal dari para peserta yang mengikuti kegiatan seminar tersebut dengan penuh antusias. Hal itu kerap kali terlihat saat para pembicara memberikan waktu untuk tanya jawab, dan para peserta begitu tertarik dan apresiatif.

Diketahui, pembicara dalam kegiatan seminar tersebut diisi oleh Andika Eko Prasetyo, Jene Pradana, dan Asri Wijayanti. Para pembicara tersebut merupakan pemuda-pemudi yang mampu mengembangkan potensi keilmuannya dan kreativitasnya di kancah Internasional. Mereka pula telah mengharumkan nama Indonesia atas pemikirannya. Hal itu mereka lakukan dalam program pertukaran perlajar, atau saat dirinya menemukan sebuah gagasan yang kemudian ia paparkan di sekolah-sekolah atau instansi Internasional. Di samping itu, mereka pula merupakan para aktivis dan relawan di bidang sosial dan di bidang pendidikan Internasional.

Selain para pemuda-pemudi, ada pula Bunda Darosy yang juga mengisi sebagai pembicara dalam seminar tersebut. Ia merupakan seorang dosen psikologis yang dalam penyampainnya menjelaskan bahwa investasi melalui pendidikan karakter yang baik adalah salah satu solusi agar Indonesia lebih siap dalam menjalani persaingan global.

Di sesinya, ia memberikan materi tentang bagaimana membangun pendidikan karakter yang baik, attitude dan membuat anak muda menjadi lebih percaya diri dan siap untuk menjadi pemimpin. “Sebagai pemuda, percayalah kita bisa meraih mimpi-mimpi kita,” katanya saat memberikan materi di depan ratusan pemuda di Dispora.

Menurut Ketua panitia seminar Eri Wahyudi, bahwa peran pemuda Indonesia di dunia internasional begitu penting dan perlu untuk di tingkatkan.

“Ke depan, dunia internasional adalah hal yang sangat lumrah untuk digeluti. Banyak yang harus dipelajari dan dipersiapkan, mulai dari bagaimana menembus dunia internasional dan bagaimana membangun pendidikan karakter yang baik untuk menghadapi persaingan global. Hal ini penting, karena pemuda Indonesia mengalami kurangnya pengetahuan dan wawasan internasional serta pendidikan karakter. Hasilnya, banyak anak muda yang “galau” untuk mengetahui dan menentukan mimpinya, untuk tahu kemampuannya/passionnya, untuk menentukan kemana nantinya dia akan melanjutkan jenjang pendidikan,” jelasnya.

Menurutnya, seminar tersebut akan terus diadakan guna membangun mental pemuda dalam menyambut persaingan global yang semakin dekat. Tentu hal itu dirasanya perlu, agar pemuda mau berusaha dan mampu menghadapi dengan pegetahuan dan wawasan yang terus kami bangun dengan salah satunya membuat seminar-seminar semacam ini, misalnya. Tri Sutrisno

Keterangan:
Tulisan dimuat pertama kali di majalah Merah Putih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.