Pemkot Bisa Ambil Alih Gedung Tua

BANYAK pihak yang menyayangkan kondisi sejumlah gedung tua di Kota Lama yang kini dalam kondisi tak terawat, bahkan terancam ambruk. Dikhawatirkan, bangunan yang kebanyakan dibangun pada abad ke -18 akan runtuh seperti yang terjadi pada sebuah bangunan di Jalan Kepodang beberapa waktu lalu.

Menurut walikota Soemarmo HS, Pemkot sebenarnya bisa mengambil alih kepemilikian gedung cagar budaya. Apalagi jika pemilik saat ini justru membiarkan bangunan bersejarah itu terbengkalai.

“Undang-undang memungkinkan itu. Dengan demikian, kami bisa merawatnya agar tetap lestari” katanya, Minggu (17/4) kemarin.

Pasal 15 Undang-Undang nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya menyebut, “Cagar budaya yang tidak diketahui kepemilikannya dikuasai oleh negara.”

Undang-undang juga mengatur, pemilik bangunan cagar budaya harus melaporkan kepada pihak berwenang jika terjadi kerusakan atau kehilangan pada benda cagar budaya yang dimilikinya. Jika dalam waktu 30 hari pemilik tidak melaporkan kerusakan atau kehilangan yang terjadi pada benda cagar budaya, dapat diambil alih pengelolaannya oleh Pemerintah dan/atau  Pemerintah Daerah.

Soamarmo menambahkan, pihaknya akan mengajukan anggaran khusus kepada DPRD Kota untuk membiayai perawatan. Ia mengakui sejumlah gedung dalam kondisi parah dan harus ditangani segera. Namun, lanjut Soemarmo, semua itu perlu proses legislasi dan perlu waktu.

Diberitakan Detik.com, ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL) Surahman mengakui ada sejumlah bangunan di Kota Lama yang terancam ambruk. Setidaknya, kata Surahman, ada 5 bangunan yang diprediksi sudah lapuk, sebagian terletak di Jalan Kepodang dan sisanya di jalan Merak.

“Kalau tidak diurusi, lama-lama ya seperti ini, rusak dan runtuh,” katanya. PortalSemarang.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.