Patung Cheng Ho Diusulkan Masuk Muri

PATUNG Laksamana Cheng Ho yang diresmikan pada Jumat malam oleh Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, diusulkan masuk Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).

“Kami sudah mengusulkan dan saat ini masih dalam proses (untuk masuk rekor Muri),” kata Ketua Yayasan Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Mulyadi Setia Kusuma, di dalam acara peresmian patung Laksamana Cheng Ho, di Semarang, Jumat.

Tinggi patung Laksamana Cheng Ho yang saat ini berada di Kelenteng Agung Sam Poo Kong setinggi 12,7 meter (patung 10,7 meter ditambah dengan tempat patung dua meter).

Ia mengatakan, ketinggian patung Laksamana Cheng Ho yang ada di Kelenteng Agung Sam Poo Kong merupakan patung terbesar di dunia karena dari patung yang ada di seluruh negara (yang memiliki patung sama) tingginya hanya sekitar enam meter.

Mulyadi memperkirakan jawaban dari usulan tersebut baru pekan depan dan diharapkan dapat terealisasi masuk rekor Muri.

Ia menceritakan sebenarnya pihak yayasan tidak memiliki mimpi besar tersebut. Akan tetapi mimpi tersebut mulai tumbuh dengan perubahan nama kelenteng. Nama yang semula hanya Kelenteng Sam Poo Kong, kemudian menjadi Kelenteng Agung Sam Poo Kong.

“Kami awalnya mimpi saja tidak untuk mengganti nama. Setelah nama kelenteng diberi tambahan agung, kami akhirnya mempunyai mimpi yang lebih besar lagi,” katanya.

Mulyadi berharap dengan patung Laksamana Cheng Ho masuk Muri, maka semua mimpi besar akan menjadi kenyataan.

“Haparan kami ya, patung Laksamana Cheng Ho bisa masuk Muri,” demikian Mulyadi.

Dalam kesempatan sama, Ketua Pelaksana Penataan Kelenteng Sam Poo Kong, Tutuk Kurniawan, mengatakan bahwa inspirator patung Laksamana Cheng Ho menjadi patung terbesar di dunia adalah Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo.

“Awalnya karena Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, melihat patung Laksamana Cheng Ho kecil (hanya 1,8 meter) dan menginginkan agar patung diganti yang lebih besar,” kata Tutuk.

Dalam peresmian patung Laksamana Cheng Ho dimeriahkan dengan berbagai parade seni seperti tarian, nyanyian, dan berbagai atraksi barongsai hingga pesta kembang api.

Sebelum peresmian, Gubernur Jateng menyalakan dua lilin setinggi dua meter yang bertuliskan Gubernur Jateng Haji Bibit Waluyo; demi rakyat; serta tulisan negara yang berwawasan luas rakyat aman dan sejahtera (seluruhnya tulisan China).

Usai menyalakan lilin di dalam kelenteng, Gubernur Jateng kemudian melakukan penandatanganan prasasti pada tempat patung (tatakan patung yang terbuat dari semen setinggi dua meter).

Acara peresmian patung tersebut terbuka untuk masyarakat umum dan ada ribuan masyarakat memenuhi kawasan Kelenteng Agung Sam Poo Kong untuk menyaksikan parade seni. Sumber: AntaraJateng.Com

WISATA SEMARANG | SHOPING GUIDE | HOTEL DAN PENGINAPAN | KULINERIA | TENTANG CHENG HO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.