Pandanaran Art Festival Usung 4 Etnis

Akhirnya semarang kembali selenggarakan perhelatan tahunan Pandanaran Art Festival (PAF) atau Festival Seni Pandanaran, Sabtu (15/12) hingga Minggu (16/12) dari pukul 18.30 hingga 05.00. Untuk itu Selama 2 hari ruas jalan Pemuda akan ditutup total.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Nurjanah, menyebutkan bahwa Pandanaran Art Festival ini merupakan ajang ekspresi kesenian dan budaya sebagai media promosi potensi Kota Semarang sekaligus sebagai sarana hiburan warga Kota Semarang.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa alasan pengunduran pelaksanaan PAF yang rencananya dilaksanakan pada bulan Oktober yang lalu, dikarenakan penyesuaian dengan hari libur sekolah

Yang berbeda, dalam event yang diusung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang ini, menyatukan 4 unsur budaya yang ada di Kota Semarang, yaitu Jawa, Cina, Arab, dan Belanda yang terbagi dalam tiap-tiap cluster yang disebut Kampoeng. Dimana di setiap kampoeng, content nya disesuaikan dengan budaya masing-masing.

Seperti Jawa dengan warak ngendok, Cina dengan Liong Syamsi, Arab dengan Rebana/Gambus, dan Belanda dengan Noni-noni berpakaian Belanda dengan Klompendans. Selain itu tak kurang dari 100 stan akan berisi ragam kuliner, hasil kerajinan, pertunjukan seni, dan instrument musik dari 4 budaya tersebut.

Rencananya untuk mengawali PAF akan diselenggarakan Semarang Setara Daj Fun Off Road Tahun 2012 yang akan diikuti lebih dari 300 off roader dari seluruh pelosok Jawa Tengah. Fun Off Road ini akan mengambil jalur ke arah Waduk Jatibarang dan finish di Wisata Pemancingan Dewandaru Gunung pati. Adanya kegiatan Fun Offroad ini harapannya dapat menyemarakan gelaran Pandanaran Art Festival pada malam harinya.

Sedangkan sesaat sebelum acara peresmian pada pukul 17.00, akan ditampilkan mini orchestra New Season yang dilanjutkan dengan 4 tarian Medle dari tarian 4 etnis yaitu Jawa, Cina, Arab, dan Belanda yang musiknya akan dikreasi oleh Ki Joko Edan. Sedangkan pada hari kedua akan ditampilkan berbagai komunitas, diantaranya komunitas parkuor, komunitas robotic, komunitas juggling botol, dan komunitas RC.

“Melalui festival ini masyarakat akan tahu bahwa di Kota Semarang terdapat campuran kebudayaan yang unik. Harapannya festival ini dapat menggugah seluruh khalayak untuk datang berbondong-bondong menikmati aneka kuliner, kerajinan dan pertunjukan seni asal Kota Semarang,” tukas Nurjanah.

Dalam kesempatan ini Disbudpar bekerjasama pula dengan hotel-hotel di Kota Semarang untuk mempromosikan kepada pengunjung hotel untuk datang dan menikmati festival tahunan tersebut. Nurjanah menambahkan bahwa target pencapaian dari diselenggarakannya festival ini adalah meningkatnya jumlah wisatawan baik dari Kota Semarang juga dari luar kota.

Untuk pengunjung yang hadir dalam festival tersebut, akan disediakan kantong parkir di beberapa area diantaranya Mandala Bakti, Jl. Pandanaran, Jl. Imam Bonjol, Jl. Pemuda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.