Orang Tua Protes Pungutan di Sekolah

PUNGUTAN di sekolah tamapknya masih terus terjadi meskipun dana BOS telah lama diluncurkan. Sejumlah orang tua murid,khususnya dari kalangan tak mampu mengeluhkan sejumlah pungutan yang diwajibkan pihak sekolah. Mereka keberatan atas pungutan ini mengingat sebenarnya dana bantuan operasional sekolah (BOS) sudah mengalokasikannya.

“Kami banyak menerima keluhan dari masyarakat, khususnya mereka yang anaknya sekolah di SDN Kalicari 01.Tiap bulan dibebani Dana Gotong Royong sebesar Rp30.000 per siswa. Selain itu dimintai biaya pembelian LKS (lembar kerja siswa) antara Rp50.000 sampai Rp60.000 setiap penerimaan rapor,”kata Sekjen Forum Rakyat Bersatu (Forbers) Jateng Budi Santoso kemarin.

Dari pengakuan wali murid diketahui Dana Gotong Royong dan pembelian LKS dipungut sejak awal 2011.

Dana Gotong Royong ditarik dengan mengatasnamakan Komite Sekolah. Sementara untuk pembelian LKS, pengelola sekolah berdalih dana BOS tidak mencukupi semua kebutuhan siswa. Permasalahan ini sudah diadukan ke Dinas Pendidikan. Terkait klaim Forbers, Dinas Pendidikan menyatakan pungutan Dana Gotong Royong dan LKS sudah masuk di BOS.

“Lantas dana BOS SDN Kalicari 01 tahun 2011 Rp163 juta dan Rp239,5 juta di 2012 ini untuk apa saja?”kata Budi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin saat dihubungi SINDO melalui ponselnya berjanji akan menyelidiki dugaan pungli tersebut. “Saya baru dengar kabar ini dari teman-teman media.Nanti saya akan selidiki,” kaanya.

Sementara itu,Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Supriyadi akan mengundang pihak terkait guna mengetahui duduk persoalan di SDN Kalicari 01 ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.