Nurul Istiana, Teknologi untuk Parkir Aman dan Nyaman

Parkir sering jadi masalah serius masyarakat perkotaan. Bukan hanya populasi kendaraan bermotor yang bertambah, tapi juga sistem parkir yang merepotkan. Demi keamanan, pemilik sepeda motor harus mengeluarkan STNK. Penjaga parkir membacanya secara manual.

Dari pengalaman inilah Nurul Istiana mulai menganggas sistem parkir mudah dengan teknologi sensor. Ia membuat alat bernama FRID yang memungkinkan sepeda motor memiliki kode unik. Kode itu terinput di komputer database.

“Jadi, saat keluar dari tempat parkir, scanner secara otomatis FRID yang sudah terpasang di sepeda motor. Jika kode ini terbaca, otomatis palang pintu terbuka,” katanya.

Prototipe produk itu telah selesai dibuatnya. Nurul juga telah mengujicobakan alat ini berulangkali. Namun, ia belum bisa memproduksi secara massal. Diperlukan mitra industri agar alat ini bisa diproduksi.

Gagasan FRID hanya salah satu gagasan yang pernah digagas Nurul. Mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA Unnes ini terbiasa menulis karya ilmiah. Masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari biasa ia tulis dan rumuskan secara ilmiah.

Cita-Cita Besar

Nurul Istiana lahir dan besar dari keluarga kurang berada. Tapi kekurangan itu tidak menyurutkan langkah Nurul untuk mendapatkan pendidikan setinggi mungkin. Ia tahu, hidupnya tak selalu lurus.

“Seperti gelombang sinusoidal, ada bukit dan ada lembah,” ungkapnya.

Pada saat awal berkuliah di Unnes, Nurul mengalami keterpurukan. Hidup jauh dari keluarganya ternyata berat. Beradaptasi dengan lingkungan baru, orang-orang baru, cara hidup baru adalah sesuatu yang mengagetkannya.

Tak dimungkiri bahwa kegagalan beradaptasi dengan lingkungan dan hal-hal baru, termasuk dengan adanya “pesaing-pesaing” baru dan lebih hebat membuat dirnya sempat dikira mengalami sakit jiwa. Dia memang sering duduk diam di dekat jendela, kadang-kadang menangis, atau tiba-tiba terbahak-bahak, atau hanya diam seribu bahasa. Ia sempat dikucilkan karena hal itu. “Aku dulu sempat minum obat penenang karena sempat dikira sakit jiwa,” kenangnya.

Tertekan, tertekan dan selalu tertekan, mengapa bisa seberat ini? Padahal dulu di SMA, gampang saja dirinya bila ingina jadi juara. Namun sekarang lingkungan dan kenyataanlah yang membuatnya tertekan.

Sekitar dua bulan ia terpuruk. Ibunya sampai harus menyusul dan menemaninya di kosnya. Mengeluh yang berkepanjangan telah mengubah mindset dan cara pandang yang ia miliki selama ini. Dari sudut inilah Nurul berusaha untuk mengubah kesalahan yang dilakukan. Dorongan keluarga, guru dan teman-temannya, serta mukjizat Tuhan tentunya, pada semester tiga, Nurul telah menjadi gadis yang ceria, penuh semangat Intinya, dia berubah menjadi sosok yang aktif. Indeks prestasinya pun bagus sekali.

“Sungguh suatu titik balik yang luar biasa dalam perjalanan akademik dan dalam kehidupan saya,” ujarnya.

Aktivis

Sampai sekarang ia aktif untuk mengikuti berbagai ajang perlombaan yang ada di universitas. Tahun 2012, cerita pendek yang ia ciptakan menghantarkannya menjadi Finalis Lomba Penulisan Kisah Antikorupsi bagi Pelajar dan Mahasiswa se-Kota Semarang yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial Unnes.

Prestasi awal ini telah mendorongnya untuk lebih terpacu mengikuti ajang-ajang yang ada. Berbagai program kreativitas baik itu PKM dan PMW pada tahun 2013-2014 yang Nurul rancang bersama teman-teman diloloskan oleh Dikti. Saat semester enam, dia mendapat Juara 2 Mahasiswa Berprestasi 2014 oleh jurusan Fisika dan Finalis Mahasiswa Berprestasi FMIPA pada tahun yang sama.

“Memang benar kata orang, perjuangan paling berat adalah perjuangan melawan diri sendiri. Ya, musuh yang paling sulit ditaklukkan adalah dirimu sendiri. Yah, ketika kamu down, maka hanya kitalah seorang yang bisa membangkitkan semangatnya. Segunung motivasi yang berasal dari orang lain tidak berarti apa-apa tanpa satu langkah kemajuan yang kita ciptakan sendiri.” (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.