Nasib Jurnalis Selama Pandemi

Bandung – Semakin memburuknya dampak dari Covid-19 mengharuskan pemerintah mengambil jalan keluar terbaik pada masa pandemi ini. Akhir-akhir ini pemerintah menyarankan kepada setiap daerah di indonesia untuk menerapkan pembatasan sosial atau social distancing untuk menekan angka penyebaran virus corona di Indonesia.

Hal ini merupakan tantangan besar untuk para jurnalis yang sedang memburu berita terbaru. Tantangan kali ini adalah mencari dan menyebarkan informasi di tengah pemberlakuan social distancing akibat pandemi Covid-19.

Social distancing bagus sebagai upaya pencegahan penularan. Tetapi wartawan tidak bisa seperti itu. Jadi, kita selalu sedia alat pelindung diri (APD), karena jurnalis paling rawan tertular Covid-19,” ujar Rahajeng, Senin (25/5/2020).

Rahajeng (40), menceritakan pengalamannya selama meliput tentang Covid-19. Berbeda dengan hari-hari biasanya, para wartawan diberi APD selama melakukan kegiatan reportase. Meskipun APD untuk wartawan belum disediakan oleh seluruh perusahaan media, aturan agar tetap waspada dan memakai APD selama kegiatan reportase berlangsung.

Dalam meliput soal pandemi Covid-19, wartawan perlu mengikuti saran ahli atau otoritas setempat agar tak ikut menjadi korban Covid-19. Salah satu caranya adalah tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19, yaitu menggunakan masker baik saat mewawancarai narasumber atau sedang meliput berita. Selain masker, jurnalis harus menjaga jarak aman dengan objek yang kemungkinan bisa menjadi perantara penularan virus ini.

“Media atau wartawan tetap harus turun apapun resikonya. Kalau tidak ada media, masyarakat tahu informasi perkembangan Covid-19 darimana? Karena yang tersebar di whatsapp, media sosial dan bukan dari media resmi sebagian besar hoax. Itu resiko sebagai jurnalis,” tuturnya sembari menjelaskan tuntutan dari pekerjaannya saat ini.

Bagi para jurnalis lapangan, adanya social distancing tetap membantu para pekerja media sebagai garda terdepan,  meskipun pada kenyataannya mereka tidak merasakan social distancing yang sebenar-benarnya. Namun, ketika masyarakat mengikuti gerakan ini dengan baik maka mereka secara langsung membantu pemerintah dalam meminimalisasi jatuhnya korban pandemi Covid-19.

“Jika masyarakat bersama-sama menjalankan social distancing ini, mereka tidak hanya membantu pemerintah, mereka juga menghargai kami yang masih harus bekerja di bawah pandemi ini,” tuturnya.

Rahajeng berharap dengan adanya kebijakan social distancing dapat membantu mengurangi penyebaran Covid-19 dan dapat membantu para jurnalis merasa aman dalam proses pencarian berita.

 

[Bagus Bangun Praptama]

Berita ini merupakan hasil belajar peserta mata kuliah jurnalistik Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.