Mutu Pendidikan di Indonesia

Oleh : Bagus Bangun Praptama

Pendidikan merupakan hal pokok bagi setiap orang. Pendidikan yang berkualitas dapat menjadi tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Namun nyatanya, pendidikan di Indonesia masih sangat memprihatinkan dibandingkan oleh negara maju lainnya.

Hal tersebut didukung oleh pernyaataan yang dilansir dari tirto.id, Kamis (2/5/2019) tentang indeks pendidikan di Indonesia kalah dari negara ASEAN lainnya. Komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Selain itu, bukti nyata rendahnya mutu pendidikan di indonesia yaitu sering terjadi tawuran antar pelajar.

Dilansir dari detik.com, Rabu (13/3/2020), telah terjadi tawuran menjelang sahur di kawasan Depok, Jawa Barat. Tawuran tersebut dipicu oleh masalah sepele. Dimana terdapat pelajar yang sedang membangunkan warga untuk sahur dan tiba tiba diserang oleh segerombolan remaja lain. Kejadian tersebut mengakibatkan 1 pelajar meninggal dan 5 pelajar mengalami luka bacokan di kepala dan tangan.

Dalam menghadapai permasalahan tesebut setiap lembaga pendidikan harus bekerja sama dalam memecahkan permasalahan bobroknya mutu pendidikan di Indonesia. Setiap satuan pendidikan harus dapat menciptakan dan mencetak lulusan yang baik serta berkualitas. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi menghadapi perubahan zaman yang semakin maju.

Efrizal, mengungkapkan pendidikan di Indonesia menunjukkan kualitas yang rendah. Asumsinya hal ini terjadi karena pemerintah kurang serius memperhatikan bidang pendidikan. Sementara kemajuan  bangsa salah satunya yang terpenting adalah  pendidikan, karena pendidikan merupakan modal dasar untuk kemajuan suatu bangsa.

Faktor rendahnya mutu pendidikan di Indonesia adalah para tenaga pendidik malas dalam menggali potensi peserta didik. Dilansir dari jabar.kemenag.go.id, Selasa (21/7/2018) Tenaga pendidik atau guru lebih sering memaksakan kehendaknya tanpa memikirkan kebutuhan para peserta didik. Padahal pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memenuhi kebutuhan para peserta didik dalam mencari ilmu. Dengan begitu para peserta didik lebih nyaman dan fokus dalam proses pembelajaran.

Faktor lain rendahnya mutu pendidikan di Indonesia adalah kurangnya sarana dan prasarana penunjang pembelajaran. Lembaga pendidikan terlalu fokus dengan pendidikan yang ada di daerah perkotaan dan menyampingkan pendidikan di daerah pedalaman. Dengan begitu pembelajaran di daerah pedalaman Indonesia menjadi kurang efektif karena tenaga pendidik, sarana, dan prasana disana kurang memadai. Hal tersebut yang mengakibatkan kualitas pendidikan di Indonesia bisa dikatakan sangat rendah.

Dalam meningkatkan mutu pendidikan, diperlukan upaya yang benar-benar serius,  sehingga akan mendapatkan solusi dari permasalahan yang akan dihadapi.  Tentunya memerlukan peran pemerintah sebagai pusat dari pemberi kebijakan pendidikan di Indonesia. Dalam hal ini adalah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD) sehingga mutu dan kualitas pendidikan dapat tercapai sesuai yang diharapkan.

Diperlukan juga kebijakan yang proaktif terhadap kemajuan mutu pendidikan di Indonesia. Tenaga pendidik haruslah menjadi fokus dalam peningkatan kualitas pendidikan karena tenaga pendidik atau guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran yang merupakan peran sentral dalam pendidikan guna membentuk generasi penerus bangsa berkualitas dan bermutu. Sehingga, diperlukan pelatihan untuk menciptakan seorang tenaga pendidik yang professional.

Saat ini, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik guna meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Dilansir dari medcom.id (20/02/2020) Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, menyatakan bahwa akan ada perubahan paradigma pelatihan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Nantinya, pelatihan ini akan menggandeng organisasi non profit dan masyarakat sipil yang sudah lama terjun di dunia pendidikan. Ini dimanakan Guru Merdeka, yang akan mengubah paradigma pelatihan guru, berubah 180 derajat, yang tadinya pelatihan sendiri dari Kemendikbud, berubah 180 derajat akan kerja sama gotong royong.

Namun, pemerintah juga narus meningkatkan kualitas tenaga pendidik karena masih banyak tenaga pendidik yang kurang berkompeten sehingga mengakibatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas kurang sempurna. Peningkatan kualitas tenaga pendidik dapat dilakukan dengan cara melakukan seleksi ketat sebelum dapat diterjunkan ke sekolah-sekolah. Dengan adanya seleksi dapat menghasilkan tenaga pendidik yang unggul dan bisa membimbing peserta didik yang baik.

Hal tersebut juga sedang diupayakan pemerintah melalui kegiatan sertifikasi guru. Dilansir dari kompas.com (20/11/2018) sertifikasi guru bertujuan untuk  memastikan kompetensi guru dan tenaga kependidikan yang telah didapat melalui proses pembelaran baik formal, nonformal, pelatihan kerja, ataupun pengalaman kerja. Sehingga dengan adanya sertifikasi dapat memberi kepastian tentang kualitas guru kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia

Hal tersebut adalah upaya dari pemerintah dan lembaga pendidikan dalam mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan di Indonsia. Sehingga diharapkan mutu pendidikan di Indonesia dapat berkembang karena mutu pendidikan mentukan nasib Bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Tidak menutup kemungkinan juga Indonesia dapat menjadi negara maju dan dapat bersaing dengan negara-negara maju di dunia terutama dalam hal pendidikan.

[Bagus Bangun Praptama]

Artikel opini ini merupakan hasil latihan mahasiswa peserta mata kuliah jurnalistik dari Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.