Berbisnis, Jangan Sekadar Modal Skill

MENGAPA jutaan orang gagal saat mencoba berbisnis? Karena berbisnis itu penuh dengan ranjau. Juga, karena banyak orang tidak memiliki konsep dan teori-teori berwirausaha. Semuanya berhasil jika didukung dengan mimpi, kemauan, dan alasan yang kuat.

Demikian diungkapkan Ir. Hendri, MM. penulis buku dasar-dasar kewirausahaan di lingkungan kampus disela-sela Workshop Penumbuhan Motivasi Bagi Calon Wirausaha di Kota Semarang Provinsi Jateng, belum lama ini.

“Data dari ILO (international labour organization): 69% muda-mudi Indonesia menganggur, 10% dari 10 juta angkatan kerja juga menganggur. Sementara setiap tahun lulusan/wisuda dari perguruan tinggi sebanyak 2,5 juta orang. Maka dari itu sekarang saatnya kuliah dan berwirausaha, agar nanti ketika sudak lulus dari perguruan tinggi sudah memiliki pekerjaan/aktivitas,” ungkapnya.

Dikatakan, Ada delapan faktor dalam meraih kesuksesan memilih dan memulai karir. Visi misi, mimpi dan imajinasi, usaha apa yang nantinya membuat sukses dan berkembang, Pilihan/alasan yang tepat antara bekerja di perusahaan atau berwirausaha sendiri, Kesiapan mental dan kemauan, Pengetahuan wawasan dan skill yang kita miliki, passion kecintaan dan focus, lingkungan dan jaringan, pendamping atau mentor, determinasi teguh dan keyakinan.

Dr Ali Shahab SE. MSi, Motivator dan dosen UNISULA menandaskan, bahwa dalam berwirausaha membutuhkan jiwa kewirausahaan. Mengapa mesti jiwa, karena kewirausahaan adalah jiwa dinamis menangkap peluang tantangan menjadi peluang.

Kewirausahaan bukaN urusan kecerdasan akademis, juga buka ketrampilan menyelesaikan pekerjaan secara sempurna. Kunci sukses jiwa wirausaha yaitu sikap mental yang positif serta bekerja dengan professional. Lebih baik kita berusaha dan gagal dari pada gagal sebelum berusaha.

“Sebagai pengusaha seharusnya mampu menciptakan kreasi-kreasi baru yang mempunyai nilai jual. Baik itu bernilai produk ataupun jasa. Dengan ketekunan, keuletan, dan tidak kenal putus asa, berpikir positif dan menyikapi sebuah kegagalan adalah kunci menuju keberhasilan, dan mensyukuri hal-hal kecil apapun yang telah didapat,” paparnya.

Ditambahkan, mulai sekarang, saatnya merubah paradigma para mahasiswa untuk hanya sekedar mementingkan kuliah saja. Juga tidak perlu mempertentangkan lebih penting mana kuliah dan bekerja. Akan tetapi, mari kita memikirkan jenjang karir dan pekerjaan, dengan berwirausaha sambil kuliah. Semoga sukses.

1 Comment

  1. ello mockho

    November 18, 2012 at 7:26 pm

    bisnis itu menyenangkan

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.