Menjamurnya Pedagang Masker di Kudus Saat Menuju New Normal

Kudus – Tatanan hidup baru atau New Normal mewajibkan seluruh masyarakat untuk beraktifitas dengan tetap mematuhi aturan kesehatan demi mencegah penyebaran Virus COVID-19. Hal ini menyebabkan kebutuhan alat kesehatan seperti masker, hand sanitizer hingga face shield banyak dicari. 

Bagi sebagian orang, saat seperti ini dimanfaatkan untuk mencari nafkah untuk menyambung hidup. Salah satunya bagi pedagang masker. Permintaan masker semakin meningkat semenjak COVID-19 masuk di Indonesia hingga menuju New Normal seperti saat ini. 

Di setiap sudut Kota Kudus mulai menjamur pedagang masker yang menjajakan dagangannya di tepi jalan. Seperti di depan Pasar Jember Kudus ini, ada sebanyak 2-3 pedagang masker menggelar lapak dari pukul 10 pagi sampai 8 malam setiap harinya. 

Masker dijual kisaran harga Rp.8.000 sampai Rp.15.000 tergantung model dan jenisnya. Kebanyakan dari pedagang tersebut memanfaatkan masa Pandemi ini terutama menuju New Normal untuk tetap survive mencari penghasilan. 

“Keuntungan seharinya bisa 100 sampai 350 ribu per harinya,” ujar Eko (47), salah satu pedagang masker di Jl. KHR. Asnawi. Kamis (18/6/2020).

Eko juga mengungkapkan sulitnya mencari penghasilan di situasi saat ini yang perekonomian sedang tidak stabil. 

“Biasanya saya berdagang keliling di acara-acara daerah seperti Dandhangan Kudus dan Dugderan Semarang, tetapi sekarang tidak bisa,” tambah pria yang berasal dari Blora ini.

Seperti halnya Fitrotun (43) sebagai penjual di warung kelontong, ia juga menjual masker demi menambah keuntungan karena semakin menurunnya penjualan di warungnya akibat pandemi ini. 

“Saya menjual masker karena pasti lakunya di saat seperti ini” jawab Fitrotun. 

Tentunya dengan kondisi perekonomian yang tidak stabil seperti saat ini, masih banyak masyarakat yang berusaha mencari pendapatan tambahan untuk bertahan hidup. Salah satunya seperti para Pedagang Masker tersebut.

 

(Ahmad Abdullah Mu’afa)

Berita ini merupakan hasil belajar peserta mata kuliah Jurnalistik dari Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.