Mengisi Liburan, SD Al Azam Gelar Kemah Robotika

Untuk mengisi liburan akhir tahun akademik, siswa SD Al Azam Semarang dijadwalkan mengikuti kemah robotika. Acara itu dilakukan untuk mengembangkan bakat siswa dalam literasi teknologi, terutama robot. Sebab, teknologi dipercaya jadi salah satu perantara paling efektif untuk mengaktualisasikan kreativitas anak.

Ketua Yayasan Zaki Mubarak Dr. Eng. Munadi, M.T. mengatakan, dalam teknologi juga dapat ditemukan nilai-nilai yang mendorong siswa memiliki karakter unggul.

“Robotika dan sains dipilih oleh SD Al Azam sebagai sarana pengembangan kreativitas anak dengan tetap mengedepankan akhlakul karimah. Oleh karena itu, selain robotika dan sains, ada materi keagamaan tentang tata cara bersuci atau taharah, salat, kisah-kisah inspiratif rasul dan sahabat, dan materi keagamaan yang lain,” kata Munadi.

Pria yang juga dosen Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) itu menambahkan, kegiatan ini akan dilaksanakan tanggal 1 sampai 5 Juli 2019 dan peserta dibatasi hanya 20 peserta.

“Ini menjadi pilot project SD Al Azam yang memadukan kemampuan anak dalam berteknologi dengan tetap menyeimbangkannya dengan nilai-nilai spiritual keagamaan,” tandasnya.

Sekolah – Orang Tua

Rencana Kemah Robot disampaikan Munadi dalam acara Kelas Pengasuhan Anak (Parenting Class) yang diselenggarakan SD Al  Azam Semarang (22/06/2019).

Dalam kelas dirancang untuk mengoptimalkan komunikasi dan kerja sama antara guru dan orang tua siswa. Sebab, sekolah dan orang tua dinilai memiliki peran yang sama-sama penting dalam menumbuhkan karakter anak.

“Yang tak kalah penting adalah teladan atau contoh orang tua. Anak itu tidak usah dikasih banyak ceramah, anak akan melihat dan mencontoh apa yang dilakukan orang tuanya,” kata Joko Winarso, pembicara dalam acara Kelas Pengasuhan Anak (Parenting Class) tersebut.

Joko menyatakan, komunikasi antara orang tua dan sekolah juga harus dibangun secara baik. Tanpa ada komunikasi yang baik, proses belajar yang dilalui anak akan terhambat.

“Oleh karena itu, ketika diundang untuk pertemuan di sekolah, orang tua harus hadir yang menunjukkan hubungan komunikasi yang baik,” jelas Direktur Rumah Guru Indonesia itu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.