Mengapa Naik Sepeda Motor Sendirian Justru Boros?

Sebagai pria miskin yang saleh dan baik hati (hahaha!), saya merasa naik sepeda motor sendirian adalah kemewahan yang cenderung boros. Idealnya, bagi saya, sepeda motor dinaiki berdua. Dengan begitu tidak ada ruang yang nganggur dan terbuang.

Lantaran itu, kalau sedang berkendara sendiri, saya berharap ada orang yang menghentikan untuk numpang. Siapa pun, asal searah.

Tapi itu keberuntungan yang jarang saya temui. Selain hampir tiap orang punya kendaraan, mungkin tidak keren juga numpang sepeda motor.

Sesekali saya berinistaif, kalau ada orang yang jalan kaki saya dekati untuk saya tawari tumpangan. Pertama, saya tanya mau ke mana. Kalau kebetulan satu arah pertanyaan saya lanjutkan, “Mau bareng nggak?”

Ada yang menolak karena tempat yang dia tuju ternyata dekat.
Ada yang menolak karena tampak malu.
Ada yang menolak karena merasa keamanannya terancam.

Tapi syukurlah, tidak sedikit yang menerima tawaran saya.
Ada yang terlalu terburu-buru untuk mengucap terima kasih.
Ada yang berkenalan dan berkawan hingga saat ini.
Ada yang minta saya mampir rumahnya lalu memperkenalkan saya dengan anak gadisnya.

Selamat mudik…

Rahmat Petuguran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.