Mengajarkan Karakter Pemimpin kepada Anak

Ada keterampilan yang hampir selalu dibutuhkan oleh setiap orang: memimpin. Klaim ini bukan didasarkan pada pengalaman praktis semata bahwa setiap manusia pasti akan menjadi pemimpin. Lebih dari itu, telah ada dalil naqli yang menjelaskan bahwa manusia diturunkan ke bumi memang untuk menjadi pemimpin. Maka, sudah menjadi tugas para orang tua dan guru untuk mengajarkan kepemimpinan kepada anak-anak.

Meski tampak mudah dan sederhana, secara konseptual, mengajarkan kepemimpinan kepada anak akan sedikit rumit. Kerumitan tampak pada pertanyaan: apakah kepemimpinan itu mentalitas atau keterampilan? Kedua: bagaimana kriteria kepemimpinan yang diharapkan pada masa depan?

Empat Gaya

Untuk mendiskusikan itu, ada baiknya dibahas terlebih dahulu empat jenis gaya kepemimpinan. Para ahli membagi ada empat gaya kepemimpinan, yakini gaya kepemimpinan  karismatis, gaya kepemimpinan diplomatis, gaya kepemimpinan otoriter, dan gaya kepemimpinan moralis.

Kelebihan gaya kepemimpinan karismatis ini adalah mampu menarik orang. Mereka terpesona dengan cara berbicaranya yang membangkitkan semangat. Saya tidak tahu darimana asalnya kharisma mereka, tetapi saya yakin bahwa kelebihan itu adalah anugerah dari Tuhan yang adil. Biasanya pemimpin dengan kepribadian kuning ini visionaris. Mereka sangat menyenangi perubahan dan tantangan.

Kelebihan gaya kepemimpinan diplomatis ini ada di penempatan perspektifnya. Banyak orang seringkali melihat dari satu sisi, yaitu sisi keuntungan dirinya. Sisanya, melihat dari sisi keuntungan lawannya. Hanya pemimpin dengan kepribadian putih ini yang bisa melihat kedua sisi, dengan jelas! Apa yang menguntungkan dirinya, dan juga menguntungkan lawannya. Dalam bahasa sederhana, diplomator yang ulung, atau win-win solution.

Kelebihan model kepemimpinan otoriter ini ada di pencapaian prestasinya. Tidak ada satupun tembok yang mampu menghalangi langkah pemimpin ini. Ketika dia memutuskan suatu tujuan, itu adalah harga mati, tidak ada alasan, yang ada adalah hasil. Bagaimana caranya ? Lakukan semua yang bisa. Dunia memang berubah, hanya saja, dia bergerak lebih cepat ! Langkah – langkahnya penuh perhitungan dan sistematis.

Adapaun kepemimpina moralis lazimnya merumuskan kebijakan berdasarkan emosi dan perasaan. Tidak ada model kepemimpinan yang paling menghargai bawahannya selain pemimpin dengan kepribadian biru ini. Mereka hangat dan sopan kepada semua orang. Mereka memiliki empati yang tinggi terhadap permasalahan para bawahannya. Sabar ? Tentu saja. Murah hati ? Tepat sekali. Segala bentuk kebajikan ada dalam diri pemimpin ini. Orang–orang datang karena kehangatannya terlepas dari segala kekurangannya.

Berkembang

Seorang anak menunjukkan kepribadian pemimpinnya sejak sangat dini, terutama ketika mereka mulai berkomunikasi dengan anak-anak lain. Cara si anak mengomunikasikan kehendaknya kepada orang lain, dapat menjadi bahan identifikasi untuk melihat potensi kepribadian mereka. Untuk itulah, orang tua perlu lebih cermat.

Lantaran zaman berkembang, watak kepemimpinan manusia juga berkembang. Cara mendidik anak agar bisa tumbuh menjadi pemimpin yang baik juga akan berkembang.

Namun ada empat  sifat dasar, menurut Elmore (2010), yang selalu dimiliki calon pemimpin. Keempat sifat dasar itu adalah karakter, perspektif keberanian, kemurahan hati. Karakter akan membuat seorang pemimpin mampu untuk melakukan hal-hal yang benar, bahkan ketika hal itu sangat sulit untuk dilakukan. Perspektif akan membuat seorang pemimoin mampu untuk melihat dan memahami apa yang harus dilakukan untuk meraih sebuah tujuan. Keberanian

Keberanian akan membuat seorang pemimpin mampu untuk memprakarsai sebuah rencana dan bersedia mengambil resiko demi mewujudkan sebuah tujuan. Anak-anak kita harus memahami bahwa satu-satunya ukuran dari kadar keyakinan kita adalah apa yang kita lakukan. Adapun kemurahan hari akan membuat seorang pemimpin mampu untuk menarik dan mempercayai orang lain untuk bergabung dalam mewujudkan sebuah tujuan.

Keempat hal itu, jka harus ditambahkan, akan semakin lengkap dengan kemampuan berkomunikasi. Komunikasi sangat penting karena tugas pemimpin adalah menggerakkan orang lain. Komunikasi yang efektif dan tepat akan melahirkan kerja sama. Komunikasi yang buruk akan melahirkan kesalahpahaman dan keributan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.