Menciptakan Kehidupan yang Adil dalam Masyarakat Modern

Zaman dahulu, kehidupan masyarakat memiliki tingkat sosial yang sangat tinggi. Merekan sangat menjunjung kebersamaan demi mencapai sesuatu yang diinginkan. Kehidupan sosial sangat menguntungkan bagi masyarakat itu sendiri. Karena dapat menjunjung tinggi semnagat gotong royong dan kebersamaan.

Masyarakat yang menjunjung kehidupan sosial biasanya berada pada daerah pedesaan, jarang sekali ditemukan pada masyarakat perkotaan. Karena masyarakat pedesaan lebih mementingkan kelompok daripada diri sendiri.

Setiap masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan-perubahan. Berdasarkan sifatnya, perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, namun dapat juga menuju ke arah kemunduran. Perubahan sosial yang terjadi memang telah ada sejak zaman dahulu. Ada kalanya perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung demikian cepatnya, sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya.

Perubahan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh adalah kemajuan ilmu dan teknologi yang sangat pesat. Hal ini sangat disarakan oleh masyarakat modern yang berada di kota-kota besar. Kemajuan teknologi ini dapat membuat berubahnya kepribadian seseorang. Hal ini sangat jelas terjadi pada masyarakat perkotaan.

Masyarakat perkotaan sering juga disebut dengan masyarakat modern ini sangat mengagung-agungkan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Kepribadian masyarakat ini biasa dikatakan lebih menuju pada sifat egois yang mementingkan diri sendiri. Hal ini akan sangat menggangu kehidupan bersosialnya dan dapat melakukan perubahan sosial dalam masyarakat. Walaupun perubahan sosial dibedakan dari perubahan kebudayaan, tetapi pembahasan-pembahasan mengenai perubahan sosial tidak akan dapat mencapai suatu pengertian yang benar tanpa harus juga mengkaitkannya dengan perubahan kebudayaan yang terwujud dalam masyarakat yang bersangkutan.

Secara umum, masyarakat modern sosialisasinya sudah berkurang dan kepribadiannya beragam. Kurangnya rasa sosialisasi karena masyarakat perkotaan sudah sibuk dengan kepentingannya masing-masing, sedangkan dari kepribadiannya masyarakat perkotaan kebanyakan sedikit stress karena banyaknya target/pencapaian yang harus dicapai dalam jangka waktu tertentu.

Pola interaksi masyarakat modern lebih ke motif ekonomi, politik, pendidikan, dan terkadang hierarki dan bersifat vertikal serta individual. Pola solidaritas sosial masyarakat perkotaan terbentuk karena adanya perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat. Walaupun begitu, tidak semua masyarakat perkotaan tidak seperti itu.

Memang tidak salah masyarakat yang sangat mengikuti kemajuan teknologi sering melupakan kegiatannya yang ada pada masyarakat disekitarnya, namun hal itu sangat merugikan dirinya sendiri. Masyarakat modern sering melupakan kegiatan-kegiatan yang ada dilingkungannya dan kurangnya komunikasi terhadap masyarakat disekitarnya. Masyarakat sekarang ini lebih suka meniru kebudayaan yang berasal dari barat. Misalnya dengan merubah berbagai perilaku mulai dari perpakaian, cara makan dan perubahan-perubahan yang lain.

Masyarakat modern merupakan masyarakat patembayan, sedangkan masyarakat tradisional sering disebut dengan masyarakat paguyuban. Dari kedua kelompok masyarakat tersebut memiliki karakter masing-masing pada setiap masyarakatnya. Pada masyarakat paguyuban memiliki ciri yang menonjol yaitu memiliki hubungan batin yang sangat kuat pada setiap anggota keluargannya dan sangat bersifat informal, anggota kelompok paguyuban ini terbentuk karena mempunyai ikatan darah sangat kuat sehingga dengan adanya ikatan darah tersebut solidaritas antar masyarakat itu sendiri juga sangat tinggi.

Berbeda dengan masyarakat patembayan, kelompok masyarakat ini memiliki ikatan lahir yang memiliki jangka waktu yang tidak lama.ciri-ciri dari keompok ini adalah hubungan yang terjalin antaranggota bersifat formal, maksutnya hubungan yang terjalin sangat kaku atau tidak fleksibel, yang mana hubungan yang terjalin bisa dikatakan kurang harmonis. Mementingkan kepentingan masing-masing daripada kepentingan anggotanya.

Dari kepribadian yang ditimbulkan oleh masyarakat modern tersebut, menyebabkan kurangnya interaksi yang terjadi pada setiap anggota masyarakat. Namun ada sebagian besar masyarakat modern yang masih membudayakan kehidupan sosial dilingkungan masyarakatnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan masih adanya perkumpulan ibu-ibu , bapak-bapak, maupun para remaja yang tinggal disebuah komplek perumahan. Dengan adanya perkumpulan tersebut membuat hubungan yang terjadi pada masyarakat modern tersebut sangat harmonis dan tidak terjadi perubahan sosial pada lingkungan tersebut.

Sebenarnya dengan adanya perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat modern yang disebabkan majunya teknologi, tidak harus membuat kepribadian kita juga ikut berubah. Melaikan, dengan adanya kemajuan tersebut justru dapat membuat kita lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat disekitar kita dengan cara bertukar informasi yang kita dapat.

Contoh lain, masyarakat dapat mengadakan acara-acara seperti peringatan hari Kemerdekaan Indonesia dengan mengadakan serangkaian perlombaan dan kegiatan-kegiatan yang lain, yang mana dapat menumbuhkan rasa persaudaraan dan kehidupan sosial yang sangat baik dalam masyarakat.

Jadi,kemajuan teknologi yang dapat merubah kehidupan sosial dimasyarakat perlu diatasi dengan berbagai cara. Karena perubahan sosial itu sendiri dapat menimbulkan dampak yang tidak baik bagi masyarakat. Misalnya dengan perubahan kehidupan sosial seseorang, seseorang tersebut bisa saja dikucilkan oleh masyarakat itu sendiri karena kuarang adanya hubungan dan interaksi yang terjadi. Sehingga perlu adanya kesadaran bagi setiap anggota masyarakat untuk terus berinterkasi dengan masyarakat sekitar agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan oleh setiap anggota masyarakat tersebut.

Anisa Irlansari

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *