Memahami Karakteristik Bahasa Prabowo Subianto

Prabowo adalah salah satu tokoh nasional yang produksi tuturannya diminati banyak orang. Hal ini berkaitan dengan kiprahnya dalam politik sebagai calon Presiden Indonesia pada tahun 2014 dan 2019.

Sebagai tokoh publik Prabowo memiliki kekhasaan berbahasa yang unik. Dalam beberapa pidato Prabowo yang saya amati, keunikan pidatonya terletak pada segi fonologi dan aspek lainnya.

Sejumlah Kekhasan

Dari segi fonologi terhilat bahwa ia mengatakan huruf (k) di akhir kata menggunakan (kh). Contohnya yaitu kata “banyak” yang ia ucapkan menjadi “banyakh”.

Selain itu, terdengar juga bahwa ia mengucapkan huruf (t) yang ia ucapkan dengan (ts). Contohnya yaitu “partai demokrat” yang ia ucapkan menjadi “partai demokrats”. (menit 7:37).

Terdapat juga huruf vocal yang ia ucapkan berbeda contonya ia mengucapkan huruf (i) yang terdengar seperti (e) seperti kata “maling” menjadi “maleng” (menit 10:40). Ada juga huruf (u) yang ia ucapkan menjadi (o) contohnya yaitu “sebelum” menjadi “sebelom” (menit 12:18).

Dari beberapa ucapan nya yang memiliki keunikan tersendiri diakibatkan karena pengaruh bahasa yang telah ia kuasai seperti bahasa inggris, bahasa arab dan bahasa jawa. Bahasa Inggris mempengaruhi cara berbicaranya mengucapkan huruf (t) menjadi (ts).

Bahasa Arab mempengaruhinya mengucapkan huruf (k) menjadi (kh). Selain itu bahasa jawa juga mempengaruhi cara ia mengucapkan huruf vocal (i) menjadi (e) dan juga huruf vocal (u) menjadi (o).

Dari segi morfologinya kata “meminta” ia ucapkan menjadi “minta”(menit 36:12). Kata “mengalirkan” ia ucapkan menjadi “mengalir”(36:37. Selain itu kata “tidak mau” menjadi “nggak mau”(menit 43:57). Dari data tersebut terdapat ciri khas ia dalam segi morfologinya yaitu ia sering memendekkan kata yang ia ucapkan.

Dari segi sintaksisnya dapat diamati pada kalimat berikut: “usaha ini aktivitas ini , kegiatan ini adalah wujud dari kedaulatan rakyat yang merupakan bentuk sistem politik yang telah kita pilih sebagai bangsa”. Ucapan tersebut seharusnya diucapkan dengan “Kita sebagai bangsa telah memilih bahwa kegiatan ini merupakan wujud dari salah satu kedaulatan rakyat.

Selain itu ia juga mngucapkan “ternyata banyak tokoh-tokoh dari agama-agama lain juga mendukung kami ini”.dari ucapan tersebut di kata akhir terdapat kata “kami ini” dimana hal tersebut dipengaruhi oleh bahasa jawa. Selain itu ia mengucapkan “tapi perlu kita bertanggung jawab kepada rakyat”.

Hal tersebut seharusnya diucapkan “tapi kita perlu bertanggung jawab kepada rakyat”. Dari adanya susunan sintaksis yang ia ucapkan saat berpidato masih belum tertata rapi, dapat disebabkan karena ia melakukan pidato secara spontan tanpa mengguanakan catatan, jadi ada beberapa ucapan yang masih belum tertata.

Dari segi semantik “kita bergabung secara alamiah” (menit 16:36). Kata alamiah itu biasanya biasanya berkaitan dengan alam. Namun hal ini berbeda dengan ucapan Prabowo yang mengartikan alamiah yaitu spontan tanpa adanya paksaan untuk pihak yang mendukung dirinya. Selain itu ia mengucapkan kata bocor yang ia ucapkan  “dari 2000 triliun bocor lagi 40 persen, 2 sepertiga bocor hanya sepertiga dari kekayaan yang dapat dinikmati oleh bangsa, pemerintah yang akan datang harus membantu saya untuk menghentikan kebocoran ini”(menit 38:20).

Dalam ucapan tersebut kata “bocor” yang baiasaya digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang tidak dapat terbendung atau  diakibatkan karena berlubang. Namun pada ucapan Prabowow bocor yang dimaksut yaitu adanya aliran dana yang hilang sehingga tidak dapat dinikmati oleh rakyat. Selain itu ia mengatakan “ledakan penduduk”(menit 41:31). Kata ledakan baiasanya dimaksutkan untuk sesuatu yang meledak seperti bom, namun disini yang dimaksut kata “ledakan” yaitu peningkatan jumlah penduduk yang terjadi secara cepat.

Pengaruh Faktor Sosial

Cara berbahasa Prabowo dalam pidato tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu dipengaruhi oleh gender laki-laki dimana ia berbicara lebih terus terang atau kadang terdapat gurauan yang dapat  menyinggung seseorang.

Selain itu adanya faktor agama yang di dalam pidato ia mengucapkan salam “assalamualaikum warrahmatullahiwabarakatuh” hal tersebut dipengaruhi karena ia beragama islam. Profesi mempengaruhi cara ia berbicara karena ia memiliki ciri khas tegas dalam berbicara yang dipengaruhi ia pernah menjadi anggota TNI yang membuat cara berbicaranya tegas dan keras.

Selain itu pengalaman juga mempengaruhi cara berbicara karena ia sebelumnya telah ikut mencalonkan sebagai presiden, jadi ia sudah memiliki pengalaman dalam berpidato atau berbicara membahas mengenai pemerintahan yang telah di saksikan oleh para pejabat yang ada di acara tersebut atau anggota masyarakat lainnya.

Idiologi juga mempengaruhi cara berbicaranya karena dala pidato tersebut Prabowo mengucapkan beberapa kali kata pancasila dan juga makna yang terkandung di dalamnya. Pandangan politik juga mempengaruhi cara ia berpidato dimana ia memiliki pandangan mengenai politiknya sendiri dan memiliki cara yang strategis untuk membangun pemerintahan agar lebih baik.

Sikap bahasa Prabowo dalam beberapa pidato yang ia sampaikan masih tidak begitu formal atau menggunakan sikap bahasa yang dapat mudah dimengerti oleh masyarakat. Adanya faktor kebangsaan dimana ia sering mengucapkan bangsa Indonesia dalam beberapa pidatonya.

Cara berbahasa Prabowo secara teoretik terikat dengan kondisi kognitif, sosial, dan budaya tempat dia hidup.

Variasi bahasa menurut Noam Chomsky dimana pengetahuan atau competence mempengaruhi keterampilan berbicara atau performance kebahasaan seseorang. Hal ini terbukti dalam cara berbahasa Prabowo yang terlihat lancar dalam berbicara selama 1 jam tanpa teks yang dipengaruhi oleh pengalamannya dalam bidang kepolitikan dan juga pengalamannya dalam bidang lainnya.

Variasi bahasa menurut M.K Haliday dimana lingkungan sosial mempengaruhi berbahasa seseorang. Hal ini terbukti dalam cara berbicara Prabowo yang memiliki posisi sebagai calon presiden 2019 saat itu dan ia memiliki hubungan sosial dengan berbagai tokoh politik sehingga ia memiliki kemampuan yang bagus dalam berbicara mengenai pemerintahan.

Variasi bahasa menurut Talcot Person juga mempengaruhi berbicara dari Prabowo dimana perilaku berbahasanya sebagai lelaki memiliki cara berbahasa yang berbeda dengan perempuan. Kepribadian mempengaruhinya berbicaranya dengan tegas, yang dipengaruhi oleh faktor sosial ia mencalonkan sebagai calon presiden yang dimana melekat pada dirinya sebagai mntan anggota TNI. Faktor budaya mempengaruhi dalam ia berbicara karena dalam budaya di masyarakat Indonesia berbicara secara tegas dapat dinilai lebih bagus dan memiliki sikap kepempinan yang baik dibandingkan berbicara dengan suara yang pelan.

Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Prabowo memiliki ciri khas berbahasa yang tegas dan apa adanya, dan nada di beberapa kesempatan ia berbicara degan nada tinggi seperti orang marah. Hal tersebut dapat disebabkan karena kebiasaaannya di dalam TNI yang memiliki kebiasaan sikap dan cara berbahasa dengan tegas dan keras.

Dalam beberapa pidatonya juga ia terlihat tidak menggunakan catatan untuk membantunya berpidato, jadi terkadang ada beberapa topik lain yang ia bahas dalam pidatonya tersebut, dan juga dalam pidatonya terdapat ucapan yang tidak tersusun secara rapi. Selain itu ia memiliki keunikan dalam berbicara karena menguasai beberapa bahasa sehingga menghasilkan perbedaan pengucapan kata dari yang sebenarnya.

Nadia Intansari
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Negeri Semarang

Sumber gambar: riauberita.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.