Melihat Peternakan Kuda di Pakintelan Semarang

Sebuah peternakan kuda terletak di Kelurahan Pakintelan. Nama Pakintelan mungkin kurang familiar, bahkan bagi warga Semarang sekalipun. Salah satu kelurahan di Kecamatan Gunungpati ini memang agak jauh dari pusat kota. Dari jalan Raya Mangunsari, jaraknya sekitar 2 kilometer. Dari pusat Kota Semarang Pakintelan dapat dicapai dengan 30 menit perjalanan.

Adalah Rahman, pria paruh baya, yang dua tahun terakhir menjaga kandang itu. Ia mengaku merawat kuda sejak masih SMP. Karena itu, meski pernah menjajal berbagai pekerjaan, akhirnya ia kembali menjadi perawat kuda.

Tidak sekadar mengawasi, ia menjaga kuda-kuda itu 24 jam. “Kuda itu gampang kembung. Kalau tidak segera ditangani bisa mati. Karena itu saya jaga 24 jam,” katanya.

Selasa (4/1) sore kemarin, hanya ada dua kuda yang saat itu di kandang. Beberapa kuda yang dulu menghuni kandang Pakintelan katanya sedang berlatih di Blitar dan Jakarta. Di kebun seluas 1 hektar itu pula sebuah track pacuan sedang dibangun. Ada puluhan balok yang sedang dipersiapkan menjadi perintang untuk latihan kuda jumping.

Menurut Rahman, secara garis besar, kuda dikategorikan menjadi dua, yakni jumping dan pacu. Jumping menuntut kekompakan kuda dan penunggang. Sebab, pada kelas ini, kuda harus melintasi berbagai rintangan. Karena itu biasanya dipilih kuda yang punya stamina bagus sekaligus cerdas. “Latihannya juga rumit. Harus sering,” kata Rahman.

Beda dengan kuda pacu. Menurut pria asal Ungaran ini, kuda pacu hanya harus bisa lari kencang. Karena itu, setiap pagi dan sore kuda pacu harus jalan setidaknya 2 kilometer.

Suatu hari di lapangan pacu Tegalwaton Salatiga, Rahman dan rekan-rekannya pernah iseng. Mereka ingin membandingkan kecepatan kuda dengan sepeda motor. Lima kuda dijejerkan dengan sebuah RX King. Kebetulan, lintasan di Tegalwaton berdampingan dengan jalan aspal. Ternyata, motor yang terkenal bisa lari kencang itu kalah. “Kuda akselerasinya cepat. Di langkah pertama bisa 40 kilometer per jam, nambah terus hingga kecepatan 150,” katanya.

Salah satu kuda pacu di kandang itu bernama Faradifa. Meski betina, postur tubuhnya tinggi besar. Tinggi punggungnya lebih dari 160 sentimeter. Padahal usianya baru lima tahun. Rahman menaksir, berat Faradifa lebih dari 3 kuintal. Sekitar tahun 2008, kuda yang lahir dan dibesarkan di kandang Pakintelan itu menjalani debutnya di lintasan pacu Pulomas. Tapi sayang, saat itu kaki kanan belakangnya terkilir sehingga sampai sekarang belum bisa berlomba lagi.

Merawat kuda, menurut Rahman sebenarnya tidak terlalu sulit. Selain makanan yang sehat, kuda harus diajak terus bergerak. Supaya aliran darahnya lancar, kuda juga harus sering-sering dikerok. Menurut Rahman, itu karena 60 persen tubuh kuda adalah jalan darah. “Supaya lancar harus sering dikerok. Biasanya dengan karet,” ungkapnya. Untuk urusan kebersihan, mamalia dari genus Equus ini juga tidak terlalu ketat. “Tidak perlu dimandikan setiap hari. Yang penting kaki selalu dibersihkan,” lanjutnya.

Hanya saja, merawat kuda perlu biaya besar. Untuk memenuhi kebutuhan makan Faradifa saja comtohnya, perlu biaya sekitar satu juta per bulan. Biaya itu digunakan untuk membeli pakan. Sebab, selain rumput kuda juga perlu makanan tambahan seperti ampas gandum dan pelet. Untuk memperoleh itu Rahman biasanya membeli dari sebuah pabrik roti.

Alat yang digunakan untuk berkuda juga termasuk mahal. Sebuah pelana harganya sampai Rp 40 juta. Akan lebih mahal karena sebagian besar peralatan itu diimpor.

Maka tidak mengherenkan jika kuda juga menjadi hewan tunggangan paling mahal. Rahman bercerita, dulu Faradifa pernah ditawar Rp 350 juta. Bukannya diberikan, pemilik justru menertawakan tawaran itu. “Faradifa mungkin memang tidak dijual karena dia lahir dan besar di sini,” katanya. Bahkan, sebuah kuda bernama Matador yang kini sedang berlatih di Blitar ditaksir mencapai harga 1,3 M. Selain fisik yang bagus, matador pernah meriah perak saat beraksi pada PON XVII di Kutai Kertanegara.

Selain Faradifa Rahman juga memeilihara kuda mungil bernama Cynthia. Ukurannya lebih menyerupai keledai. Namun Chyntia memiliki rambut bagus. Rambut punggungnya pirang tumbuh memanjang. Ketika berlari, rambut-rambut Cyntia terurai indah. Meskipun kecil, Chyntia ternyata bisa mengangkat beban hingga 90 kilogram. “Karena dia cari makan rumput liar, jadi nutrisinya lebih bagus,” kata Rahman.

Untuk melatih kuda hingga siap berlaga juga diperlukan keterampilan khusus. Rahman, meski sudah mengenal kuda sejak belia pun tidak bisa melakukannya. Karena itu, pemilik kuda berencana mendatangkan pelatih asing. Dalam waktu dekat sang pemilik bahan akan mendatangkan pelatih dari Belanda “Namanya Nick, tapi saya tidak tahu nama lengkapnya,” lanjut Rahman.

Ketika berlomba, kuda juga harus diperlakukan istimewa. Rahman menceritakan, ketika kuda-kuda yang dipeliharnya berlomba di Blitar, pemilik mengangkutnya dengan kendaraan khusus. Ketika menjadi joki di Manado ia bahkan mendapati sebuah kuda diangkut dengan pesawat Hercules. “Saya dengar harga sewa sekali jalan saja Rp 250 juta,” katanya.

OBJEK WISATA | HOTEL & PENGINAPAN | TOUR AND TRAVEL | PETERNAKAN KUDA

2 Comments

  1. Drh. Nuky Rusianto

    April 29, 2012 at 6:01 am

    Hello, kawan – kawan.
    Jika Anda – anda membutuhkan konsultasi, penanganan medik dan vaksinasi serta DISTRIBUTOR OBAT HEWAN Murah dan Berkualitas Lokal / Import :

    Mengapa memilih DR. Nuky Rusianto?
    Jawab :
    Karena 4 T;
    1. Terampil,
    2. Teknis,
    3. Teoritis dan Praktis,
    4, Top.

    Karena H3K ;
    5. Hemat (Murah, Efisien, Terima Obat Electronic Recipe / Recipe via Email dan Efektif),
    6. Kualitas (ada produk import dan pernah kursus di 3 Universitas Luar Negeri “Amerika”),
    7. Kapabilitas (barang dan jasa ready),
    8. Kapasitas (stock banyak)

    http://clinicpsmgroup.blogspot.com
    Saya dokter hewan praktek :
    1. Ayam Broiler,
    2. Ayam Layer,
    3. Kuda,
    4. Sapi,
    5. Kambing.
    6. Satwa Liar.
    7. Vaksinator PET ANIMAL (Hewan Kesayangan)

    Alamat Praktek :
    1. Mobil (Bisa dipanggil datang),
    2. Manetap ;
    Perum Graha Gayatri
    Jl. Dharmahusada Dalam No. 20 Surabaya 60132
    Telp. : 03133172497
    M. : 082132304380
    CCI : 088803006468
    PIN BB : 224a0b48
    ID Chatting : KaizenMeiji@yahoo.com
    Pimpinan : DR. Nuky Rusianto, A.Md., SE., drh

  2. umam

    June 7, 2012 at 10:09 am

    Kami dari agrindo ingin menawarkan alfalfa hay khusus utk pakan ternak dari daun alfalfa kering special impor dari amerika. bagus buat kuda, kelinci, sapi. karena kandungan protein yang tinggi serta dapat memberikan kekuatan bagi daya tahan tubuh hewan tersebut. berminat hubungi kami.
    email: umam@alfalfa.co.id / sales@alfalfa.co.id
    contac person: 0838 06 444 111

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.