Melepas Kepergian Romo Pujasumarta, Pemimpin yang Mengayomi

Sekitar 20 tahun yang lalu ketika Romo Pujasumarta masih jadi Rektor Seminari Jangli Semarang, dengan kasih sayang yang mendalam Romo Pujo “ngemong” pada kami-kami para aktifis di Salatiga. Tahun 1996 Kami mendirikan Himpunan Petani Mandiri Jawa Tengah (HPMJT).

Ketua Umumnya kawan kami Kang Dalhar dan Romo Pujasumarta bersama Pak Kyai Mahfudz Ridwan menjadi penasehatnya. Kalau rapat pengurus HPMJT yang bersekretariat di Rumah Pak Sugeng Solo itu, Romo Pujo dengan mobil kijang-nya selalu nyamperi kami yang bisa dibilang para aktifis “miskin” ini. Jangankan mobil, motorpun diantara kami nggak ada yang punya.

Kedekatan kami para aktifis di Salatiga dengan Romo Pujo sudah seperti Bapak dan anak-anaknya. Lebih-lebih di Jangli Semarang. Tempat ini sudah bisa dibilang menjadi markas utama perlawanan pada penguasa totaliter Orde Baru, persis seperti kediaman K.H. Mahfudz Ridwan di Gedangan Salatiga.

Karena kedekatan berbasis ideologi itu, sejak beliau menjadi vikaris jenderal Keuskupan Agung Semarang, beliau selalu menyempatkan bersilaturahmi ke Pak Mahfudz di hari pertama Idul Fitri. Demikian juga Pak Mahfudz balik bersilaturahmi ke Keuskupan Agung Semarang ketika hari Natal.

Foto-foto ini adalah foto pada lebaran terahir (2015) di Pak Mahfudz juga di rumah saya dan Natalan terahir (2014) di Kediaman Romo Pujo KAS. Sayang, sebenarnya ada foto menarik yang tidak berhasil kami temukan yakni ketika Romo pujo bersama K.H. Said Aqil Siraj ceramah di Masjid Al azhar tempatnya almaghfurlah K.H. Muntaha Azhari .

Selamat beristirahat Romo, perjuangan Romo membela rakyat yang lemah terlemahkan tetap kami lanjutkan.

Ahmad Bahrudin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.