Mas Kawin Honda Jazz di Jepara, Netizen: Wong Jeporo Abot Sanggane

Sebuah foto yang diunggah di Facebook menjadi perbincangan. Foto itu menunjukkan sebuah mobil Honda Jazz baru di luar acara sebuah pernikahan. Pengunggah memberi keterangan bahwa mobil itu menjadi syarat lamaran (atau mas kawin?) dalam sebuah pernikahan.

“Lamaranmu seperangkat alat sholat? Ning #Jepara seglondong alat transportasi,” tulis Prabu Sakti pada foto itu pada 14 September lalu.

Foto ini segera menjadi perbincangan karena tidak lazim. Lebih jauh, ada yang berkomentar bahwa  foto ini menjadi bukti bahwa perempuan di Jepara materliastis (matre).

“Wong nJeporo abot sanggane..):#gunemantonggosebelah,” kat seroang Facebooker.

“Marai semakin banyak jomblowersss nek ngono iku tradisine,” komentar seorang Facebooker. ‘Ya Ampuuuunnn saiki syarate selot dhuwur gaaannn,” sahut Facebooker lain.

9 Comments

  1. faiq

    September 18, 2016 at 3:35 am

    Orak sek ngono tekonan gan…aq wong jeporo wae otak kok.. tergantung pribadine dewe dewe..alias orak kabeh. Hahaha..

  2. zuhri

    September 18, 2016 at 11:43 am

    turunkan harga lamaran

  3. gunungwilis

    September 19, 2016 at 5:29 am

    Nyapo kok ngk jalok pesawat pisan ae..

  4. tuty

    September 19, 2016 at 2:16 pm

    astaghfirullah wal adzim

  5. nggambleh

    September 21, 2016 at 3:29 am

    wis ben ae,,, gak usah podo gelem nikahi,, ben dadi perawan tuo, ora payu, mati mlaku dewe ning kuburan. semoga biar bisa mikir.

  6. Manuk ngiler

    September 21, 2016 at 8:46 am

    Mungkin cowoknya terlanjur kebelet, jadi gak sempat nawar.

  7. ISMET

    September 22, 2016 at 3:06 am

    RAK NEK KUAT TUKU..1 KASUS TIDAK BISA JADI KESIMPULAN MASYARAKAT JEPARA TOTAL 800.000 ITU TIDAK BISA JADI SAMPEL POPULASI..INTINE IKU..

    • sukarmin sukarmin

      September 25, 2016 at 4:08 am

      Umpomo mobile kreditan nou piye bar di garap malam pertama mobile ditarik dealer cocok nou

  8. nadhifah

    October 3, 2016 at 10:16 am

    Ndak semua perempuan jepara seperti itu.
    Harap jangan hanya melihat dari satu sudut pandang saja.
    Semua itu tergantung pada setiap individu.
    Nila setitik rusak susu sebelanga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.