Mahasiswa Unnes Kembangkan Listrik Mikrohidro di Promasan

Keterbaasan fasilitas di desa terpencil sering kali dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Keadaan tersebut membuat masyarakat desa terpencil kerap tidak dapat menikmati fasilitas publik yang baik.

Begitu pula yang dialami oleh masyarakat Promasan,di Gunung Ungaran. Desa di lereng Gunung Ungaran belum dilengkapi listrik yang memadai.

Melihat kondisi itu, sejumlah mahasiswa Unnes berinisiatif mengembangkan program pengembangan listrik mikrohidro. Dengan cara ini, masyarakat diharapkan dapat menikmati aliran listrik yang memadai.

Ketua program pengabdian kepada masyarakat di Desa Promasan Yulianto Eko Prasetyo, menuturkan, ide membuat program mikrohidro muncul saat ia mengunjungi desa tersebut.

“Saat saya dan teman-teman pulang dari puncak Gunung Ungaran dan istirahat Desa Promasan, kami melihat rancangan pembangkit listrik mikro hidro yang terbengkalai. Melihat itu kami berinisiatif untuk meneruskan pembuatan pembangkit listrik mikro hidro ini melalui program kreativitas mahasiswa,” katanya.

Promasan sendiri merupakan desa yang cukup sulit dijangkai. Medan yang dilalui cukup berat karena lokasi desa yang berada di bawah lereng Gunung Ungaran. Jika ditempuh dengan jalan kaki membutuhkan waktu 2 jam dari Bandungan. Jika menggunakan sepeda motor harus berhadapan dengan jalan terjal bebatuan selama 1 jam melewati Kabupaten Kendal.

Lolos PKM-M didanai         

Selama penantian pencairan dana PKM tersebut, tim PKM-M melaksanakan survey ulang untuk pelaksanaan program. Menindaklanjuti hal tersebut, Yulianto dan beberapa temannya segera meminta bantuan kepada tim relawan yang tergabung dalam suatu gerakan untuk pembangunan Desa Promasan guna pelaksanaan program.

Di tempat pembangkit listrik sebenarnya sudah ada generator sebagai penghasil sumber listrik namun generator tersebut adalah milik perusahaan perkebunan teh sehingga sangat rawan apabila suatu saat generator tersebut dipakai oleh perusahaan maka tentu saja pembangkit listrik ini tidak dapat bekerja. Untuk mengantisipasinya Tim PKM-M membeli generator baru dengan daya 5000 watt dan menghasilkan tegangan sebesar 250 Volt.

Sedangkan instalasi kabel tegangan tinggi dari pusat pembangkit listrik sampai ke rumah warga kurang lebih berjarak 700 meter. Melalui program ini akhirnya 19 rumah dan sebuah masjid yang berada di desa lereng Gunung Ungaran tersebut dapat teraliri listrik sepenuhnya.

Melalui kerja sama antara tim PKM-M Unnes dan tim relawan Desa Promasan tersebut akhirnya terciptalah suatu aliran listrik yang dapat membantu penerangan atau kebutuhan akan listrik di daerah tersebut. Tentu merupakan suatu hal yang sangat didambakan oleh masyarakat Desa Promasan karena sejak lama tidak adanya aliran listrik baru sekarang mereka dapat menggunakan listrik secara leluasa siang atau malam.

Menindak lanjuti keberadaan pembangkit listrik mikro hidro ini, tim relawan Desa Promasan mengadakan penyuluhan tentang perawatan pembangkit listrik ini. Dalam pelaksanaan penyuluhan ini juga diiringi tumpahan air mata dari masyarakat Desa.

Mereka masih belum percaya dengan adanya listrik di Desa mereka. dalam acara evaluasi program ini masyarakat banyak mengucapkan rasa terimakasih kepada tim relawan juga kepada tim PKM-M Unnes yang sudah membantu terciptanya sumber listrik mikro hidro ini.

Dalam kesempatan tersebut, Mbah Santo selaku ketua tim relawan menyampaikan harapannya kepada masyarakat setempat agar keberadaan pembangkit listrik ini dapat dijaga dengan baik serta diharapkan kemandirian yang tinggi dari masyarakat untuk merawat segala sesuatu yang berkaitan dengan instalasi pembangkit listrik mikrohidro ini.

 

1 Comment

  1. saras noya

    June 8, 2015 at 11:46 am

    keren (y)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.