Mahasiswa Undip Temukan Solusi Pengolahan Limbah TPA Jatibarang

Empat Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro menemukan solusi pengolahan air limbah yang ada di TPA Jatibarang dengan menggunakan limbah jerami dan sekam. Kedua bahan tersebut digunakan sebagai bahan dasar pembuatan adsorben logam berat air lindi berbasis nano teknologi yakni nano arang aktif (NARA).

Empat mahasiswa ini adalah Hilma Muthi’ah, Rusyda Syahidah, Rizki Januarita dan Azka Azizah yang tergabung dalam tim PKM-P Undip.

Ketua Tim PKM-P Hilma Muthi’ah Di TPA Jatibarang sendiri timbunan sampah yang masuk perharinya mencapai 6500m3, dari timbunan sampah ini ketika terkena air hujan akan menghasilkan cairan yang disebut air lindi.

“Air lindi yang berada di TPA Jatibarang ini dibiarkan mengalir dari kolam menuju sungai Kreo – Semarang. Ironinya masyarakat sekitar sungai tersebut memanfaat kan air tersebut untuk kegiatan sehari-hari seperti mencuci, mandi dan sebagainya. Padahal ait lindi mengandung logam berat sepeti Timbal, Besi dan Mangan yang sangat berbahaya bagi tubuh,” ujarnya sebagaimana dikutip dari undip.ac.id.

“Kami coba mengatasi permasalahan Air lindi ini dengan melihat permasalahan lain yang ada di kota Semarang, yakni limbah jerami dan sekam padi yang pemanfaatannya belum maksimal,” lanjutnya.

“Jerami dan sekam padi sendiri merupakan 43% dari produk limbah pertanian yang ada di Indonesia, yaitu mencapai 32 juta ton per tahun. Oleh karena nya, kami dari tim PKM-P ingin memberikan inovasi dalam mereduksi dan meningkatkan nilai jual limbah jerami dan sekam padi dengan menjadikannya bahan dasar pembuatan adsorben logam berat air lindi berbasis nano teknologi,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.