Mahasiswa Undip Temukan Alat Pintar Peringatan Dini Serangan Jantung

Lima mahasiswa Universitas DIponegoro (Undip) berhasil menciptakan alat pendeteksi jantung pintar (SAD-Heart/ Smart Alert Detection of Heart) baru-baru ini.

Kelima mahasiswa ini merupakan delegasi dari NASAFOR (Nano Sains Forum) yang akan mengikuti lomba tingkat  internasional di Nuremberg Jerman pada 2-5 November 2017 dalam event iENA International Trade Fair Ideas Inventions Germany 2017.

NASAFOR adalah sebuah forum yang ada di Universitas Diponegoro yang bergerak dalam ranah riset dan teknologi. Dalam forum ini mahasiswa dilatih untuk berfikiran kritis, pelatihan LKTI, busines plan, dan riset untuk menunjang softskill mahasiswa. Saat ini NASAFOR sedang dikembangkan menjadi sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa di Universitas Diponegoro.

Lima mahasiswa tersebut adalah Christian M.T Sinaga, Kawidian Putri Bayu Alam, Mariana Tampubolon, Nurwarrohman Andre Sasongko, dan Hizroh Rochmah Tulloh menciptakan alat pendeteksi jantung pintar (SAD-Heart/ Smart Alert Detection of Heart ).

Ketua Tim Christian M.T Sinaga menjelaskan bahwa Sistem kerja alat ini adalah untuk mendeteksi kecepatan denyut jantung dan grafik EKG dari jantung.

“Keunggulan alat ini adalah portable, bisa digunakan kapanpun dan dimana pun. Alat ini dihubungkan dengan pihak keluarga pemakai dan ke rumah sakit. Tujuan dibuatnya alat ini adalah untuk mencegah terjadinya potensi kematian mendadak akibat serangan jantung,” katanya.

“Sasaran alat ini adalah seluruh orang baik orang sehat maupun orang yang sudah terkena serangan jantung. Untuk orang sehat, aplikasi ini kan menyediakan berbagai informasi dan edukasi untuk memiliki jantung sehat. Untuk orang yang telah menderita serangan jantung alat ini akna menjadi alarm pengingat ketika jantung dalam kondisi lemah , tidak stabil dan berpotensi terhadap kematian mendadak,” lanjutnya.

Menurutnya, mekanisme kerja alat ini pada orang yang terkena serangan jantung adalah ketika jantung berdetak lemah, alat akan mengakibatkan sensor berbunyi dan secara cepat memberi sinyal pada rumah sakit terdekat juga apda apliaksi HP yang di install di hanphone masing-masing keluarga.

SAD-Heart juga dilegkapi dengan alarm sehingga dapat berbunyi dan mengambil alih perhatian orang-orang yanga da di sekitar orang tersebut untuk segera memberikan pertolongan pertama.” imbuh Chistian.

Wakil Ketua Tim Kawidian Putri Bayu Alam mengemukakan Persiapan yang sudah dilakukan hingga saat ini yaitu mengembangkan penelitian alat SAD-Heart dalam memebuat EKG yang selanjutnya akan dikenakan di dada dan sensor pulse hearth yang dipasang ditangan berbentuk jam tangan yang berfungsi untuk mengukur kecepatan denyut nadi.

Saat ini juga alat ini sedang diajukan hak paten dalam rangka menjaga dan melindungi invention ini. Sebelumnya alat ini sudah memenangkan penghargaan dengan mendali emas dalam ajang internasional The 4th International Young Inventors Award merupakan acara tahunan yang dilaksanakan oleh lembaga IFIA (International Federation of Inventors Association).

Tahun ini  kegiatan IYIA dilakasanakan di Universitas Mercu Buana, Jakarta pada tanggal 22 Septemeber – 23 September 2017.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *