Mahasiswa Undip KKN di Kabupaten Semarang

REKTOR Undip Sudharto P Hadi kemarin meninjau mahasiswanya yang tengah Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Semarang. Ia berharap melalui program tersebut mahasiswa belajar banyak dari masyarakat.

“KKN adalah kegiatan bagian dari kurikulum perkuliahan dimana KKN merupakan rangkuman dari seluruh mata perkuliahan selama 7 semester yang dipraktekkan secara langsung dimasyarakat sehingga mampu berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat luas,” ujarnya.

Dia menyampaikan KKN menuntut mahasiswa untuk bisa bekerja bersama meskipun memiliki latarbelakang multidisiplin, implementasi keahlian ilmu yang diperoleh selama kuliah menunjukkan tanggung jawab serta kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat ” katanya.

Kunjungan pimpinan Undip bersama Dekan dipusatkan di kabupaten semarang yaitu Kecamatan Jambu dan Kecamatan Sumowono dengan pertimbangan bahwa jumlah mahasiswa KKN Undip kali ini di tempat tersebut berjumlah besar.

Koordinator Kecamatan jambu, Ririn menyampaikan bahwa selama 35 hari Tim I KKN jambu mempunyai program unggulan berupa menerapkan program kerja yang meliputi pemberdayaan masyarakat mengidentifikasi Potensi Unggulan, meningkatkan kualitas dan pembinaan UKM serta peningkatan kapasitas Kesehatan Masyarakat.

Dari sembilan desa dikecamatan Jambu memiliki potensi yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai contoh Desa Genting yang terletak di paling atas kecamatan jambu memiliki Kumbung desa atau waduk kecil yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Hasil pertanian yang melimpah seperti durian dan nangka, oleh mahasiswa KKN Undip akan dikembangkan sebagai sebuah komoditas yang lebih bernilai jual tinggi.

“Kami akan memberikan pelatihan membuat selai dari bahan dasar nangka untuk mengantisipasi panen melimpah” ungkapnya lebih lanjut.Menurut koordinator Dosen Pembimbing Lapamgan Kabupaten Semaran, Imam Setyawan di Kecamatan Sumowono fokus kegiatan KKN lebih diarahkan pada pengembangan sektor pariwisata.

Sumowono tak kalah menariknya dimana kecamatan ini memang merupakan kecamatan yang berjuluk Intanpari atau industri pariwisata dan pertanian, maka mahasiswa menjadikan wilayah ini objek yang di gali potensinya agar lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Awalnya pariwisata di daerah ini hanya curug 7 bidadari namun dengan kedatangan para mahasiswa ini dibukalah satu objek lagi yang juga berpotensi yaitu grojogan glinding kuning.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.