Mahasiswa Undip Ajari PSK Sunan Kuning Buat Makonah

Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) berinisiatif melatih pekerja seks komersial (PSK) Sunan Kuning membuat seserahan perkawinan. Produk mereka disebut Makonah alias Mahar Uang Koin dan Kertas untuk Menikah.

Pelatihan membuat Makonan diharapkan menjadi solusi alternatif untuk peningkatan perekonomian masyarakat dan sebagai pekerjaan alternatif bagi PSK yang bekerja di sana. Produk hasil pelatihan berupa mahar yang biasa dipesan untuk hantaran pengantin akan dikenal oleh masyarakat karena keunikannya, selain itu mahar merupakan syarat mutlak pada sebuah pernikahan.

Program pengabdian “Makonah” yang diketuai oleh Firas Sabila Nurdini dan beranggotakan Hamas Musyadad Abdul Aziz, Mir’atun Nisa, Rozzaq Alhanif Islamudin, dan Irham Naufal Fadhila.

Mereka memilih Sunan Kuning sebagai tempat sasaran pengabdian masyarakat karena Sunan Kuning merupakan tempat lokalisasi Wanita Pekerja Seks (WPS) terbesar di Kota Semarang.

Lokalisasi Sunan Kuning terletak di wilayah perbukitan Kelurahan Kalibanteng Kulon tepatnya di RW IV yang memiliki 937 Pekerja Seks Komersial (PSK) dan 158 germo atau mucikari.

Aksi Tim Makonah ke Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kota Semarang disambut hangat oleh pihak berwenang yang bertugas disana ketika tim Makonah menemui mereka di kantor. Kantor pusat informasi lokalisasi Sunan Kuning berada di depan pintu masuk gang, persis berada di sebelah mushola di ujung pintu masuk gang Lokalisasi Sunan Kuning.

Di kantor itu pula tim Makonah melaksanakan pelatihan pemberdayaan bagi para PSK. Tim Makonah mendapat respon positif dari para PSK yang mengikuti pelatihan. Terlihat dari antusiasme mereka yang begitu tinggi ketika mengikuti pelatihan yang diajarkan oleh Pelatih Khusus yang diundang berkerjasama dengan tim Makonah itu sendiri.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.