Gagas Desa Pintar, Mahasiswa KKN Unnes Adakan Cek Kesehatan di Rejosari

Semarang 10 November 2019 bertepatan dengan hari pahlawan, TIM KKN ALTERNATIF 2B UNNES yang diketuai oleh Yusuf Heriyanto (21) dan 14 anggota lainnya yaitu Sari, Sella , Salwa Ainun, Silfa, Anisatul, Aulia, Rara, Devi, Syauki, Rahmad, Yusup, Arif dan Bambang,  mengadakan Sosialisasi dan Cek Kesehatan Bertajuk POSBINDU di Dk. Rejosari bersama dengan mahasiswa Malaysia dan Thailand.

TIM KKN UNNES yang di tempatkan di Dk. Rejosari mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Smart Village Berbasis Nilai Konservasi di Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang”. Untuk mewujudkannya, maka dibagi menjadi enam bidang program kerja salah satunya yaitu bidamg kesehatan.

Salah satu kegiatan rutin mengenai kesehatan di Dk. Rejosari yaitu adanya Program POSBINDU di setiap awal bulan. POSBINDU (Pos Binaan Terpadu) merupakan kegiatan monitoring terhadap kesehatan warga.

Kegiatan ini berlangsung dari pukul 06.00 – 10.00 WIB yang bertempat di depan rumah Mbah Darmono (03/01) Dk. Rejosari. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN Universitas Negeri Semarang. Peserta yang menghadiri kegiatan ini sekitar 50 orang, yang mayoritas adalah ibu-ibu.

Kegiatan diawali dengan senam sehat yang dilakukan dengan dua sesi senam. Sesi pertama yaitu senam sehat bagi lansia yang dipimpin oleh ibu Sis (± 50) dan sesi kedua yaitu senam aerobik untuk ibu-ibu yang dipimpin oleh Rahmad Alvian (21). Selanjutnya, disusul dengan cek kesehatan.

Cek kesehatan merupakan pengecekan secara berkala, meliputi kegiatan pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, serta cek tekanan darah. Selain cek kesehatan, juga dilakukan cek golongan darah. Cek golongan darah dilakukan karena kebanyakan warga Dk. Rejosari belum mengetahui jenis golongan darahnya.

Hasil cek golongan darah kemudian di data untuk di arsipkan sebagai data untuk penyediaan bank darah di program selanjutnya. Cek kesehatan dan cek golongan darah dilakukan Tim KKN UNNES dengan bantuan kader dari Klinik Namira yang di pimpin oleh Bidan Ida.

Selain itu, juga diadakan sosialisasi mengenai penyakit tidak menular (PTM). Sosialisasi ini penting dilakukan, karena penyakit tidak menular merupakan penyakit yang menjadi penyebab kematian terbesar masyarakat pada negara berkembang dan menengah. Sehingga, masyarakat perlu tahu pentingnya edukasi mengenai penyakit tidak menular.

Sosialisasi penyakit tidak menular (PTM) ikut dilaksanakan dalam kegiatan POSBINDU, karena salah satu pencegahan dan pengendalian faktor risiko PTM adalah dengan pemberdayaan masyarakat.

Hal – hal yang disampaikan dalam sosialisasi penyakit tidak menular ini adalah mengenai berbagai jenis penyakit tidak menular, faktor resiko penyakit tidak menular, serta cara pencegahan penyakit tidak menular. Ada beberapa jenis penyakit tidak menular, salah satunya adalah penyakit degeneratif.

Penyakit degeneratif merupakan penyakit yang mengiringi penuaan dini. Ada sekitar 50 penyakit degeneratif diantaranya adalah penyakit jantung, stroke, diabetes, hipertensi dan lain-lain. Penyakit – penyakit tersebut memiliki beberapa faktor penyebab, diantaranya adalah faktor lingkungan, keturunan, pelayanan kesehatan, dan juga perilaku.

Diantara beberapa faktor tersebut, yang paling besar pengaruhnya adalah faktor perilaku.  Kegiatan sosialisasi tersebut disampaikan oleh Sella Ingesti (21) dan Sari Lestari (21) , yang mendapatkan materi dari UPTD Puskesmas Sekaran Kota Semarang.

Dalam kegiatan ini, TIM KKN UNNES juga berkolaborasi dengan mahasiswa dari malaysia dan Thailand untuk memberikan sosialisasi mengenai cara pembuatan infused water. Ada 6 mahasiswa Malaysia yaitu Nur Afiqah Batrisya binti Mohd Fauzi (Manajemen), Nur Nadzirah binti Saparuddin (Manajemen), Nurul Izzah binti Ruzman (Manajemen), Nur Farhani binti Kamarudin (Manajemen), Nur Najwa binti Razali (manajemen) dan Nurhaliza binti Ali (Manajemen) serta 3 mahasiswa dari Thailand yaitu Habibullah Niringjuerae (Ekonomi Pembangunan), Adinan Al-Mustafa (Ekonomi Pembangunan) dan Barokat Mardsoh (Ekonomi Pembangunan).

Infused water atau air infus adalah minuman kesehatan yang dibuat dari bahan berupa air mineral dan berbagai potongan buah atau tanaman herbal. Infused water merupakan salah satu minuman penyegar yang memiliki dampak baik bagi kesehatan tubuh. Minuman ini memiliki berbagai macam khasiat, tergantung dari bahan yang digunakan.

Salah satu contohnya adalah infused water anggur dan jeruk yang memiliki manfaat untuk mencegah penuaan dini dan bagus untuk kesehatan kulit. Dalam sosialisasi tersebut, banyak varian infused water yang dibuat. Diantaranya adalah infused water Lemon kurma, infused water jeruk & anggur, infused water kelapa muda & lemon, dll.

Dalam pembuatan infused water bisa ditambahkan dengan madu kurma. Madu kurma memiliki khasiat untuk mengatasi gangguan usus, meningkatkan kesehatan pencernaan dan menghilangkan sembelit serta mampu menghilangkan kolestrol jahat dalam tubuh.

Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan berjalan lancar dengan antusias dari warga yang mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan ditutup dengan pemberian doorprize dari mahasiswa Malaysia dan Thailand bagi peserta yang antusias bertanya maupun menjawab pertanyaan, yang kemudian disusul dengan sesi foto bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.