MA Taqwilillah, Ajarkan Pidato Hingga Mandikan Jenazah

Panas. Bagaimana lagi masih satu sesi lagi. Harus diikut. Beberapa siswa juga gerah karena dalam satu ruanga berukuran 6 X 10 meter penuh sesak oleh siswa MA Taqwalillah. Kipas angin tidak mampu menghilangkan panas. Lebih dari 320 orang berada di Aula Serbaguna MA Taqwalilah untuk mengikuti Program Latihan Dasar Kepemimpinan.

Beberapa waktu lalu persisnya  Sabtu dan Minggu (15-16 Desember 2012) seluruh siswa MA Taqwalillah mengikuti program Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di kampus MA Taqwalillah Jalan Tunggu Raya No. 10 Kelurahan Meteseh, Tembalang, Semarang.

Beberapa materi dalam LDK II MA Taqwalillah antaralain Pelatihan Baris Berbaris (PBB), kepemimpinan dan keorganisasian.  Panitia bekerjasama dengan elemen TNI dari Koramil Meteseh, serta Universitas Wahid Hasyim untuk mengisi materi PBB dan keorganisasian.

Tujuan dari kegiatan LDK  ini adalah siswa bisa memiliki kemampuan dasar kepemimpinan dan berorganisasi sesuai dengan visi misi MA Taqwalillah.  Visi misi MA Taqwalillah adalah Terwujudnya  Pribadi yang mandiri, berprestasi dan berakhlaqul karimah. Pencapaian Visi dan Misi terangkum dalam program-program yang dibuat simpel, praktis dengan tujuan banyak bermanfaat dan langsung dirasakan manfaat kebaikannya oleh masyarakat.

Contoh program pembelajaran MA Taqwalillah adalah TPL yaitu Teknik Pidato Lapangan. “Salah satu syarat mengikuti ujian sekolah bagi kelas XII adalah mereka harus terjun kemasyarakat untuk melakukan syiar dan dakwah islam. Mereka harus bisa berpidato memberikan penjelasan dan motivasi kepada masyarakat melalui majelis taklim. Tujuannya adalah agar masyarakat selalu ada yang mengingatkan untuk beribadah dan lebih semangat dalam beraktifitas,” jelas Ulil Albab SAg. Kepala MA Taqwalillah Semarang.

Selain program TPL,Madrasah Aliyan (MA) Taqwalillah melaksanakan program Praktek Kegiatan Lapangan (PKL). “Khusus siswa kelas XI atau kelas dua, ada mata pelajaran kewirausahaan. Syarat kelulusannya dibuktikan dengan magang selama dua bulan. Pulang sekolah anak-anak kerja paruh waktu hingga sore,” imbuh Ulil.

Soft skill dalam kegiatan pembelajaran lain yang langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yaitu praktek mulasara jenazah. “Praktek ujian fiqih adalah siswa harus mampu mulasara jenazah  antara lain memandikan, mengkafani, menyolatkan, menyiapkan jenazah hingga meletakan jenazah di pemakaman”

Sebelum langsung terjun mulasara jenazah, siswa sudah mendapatkan pengetahuan dan praktek di sekolah menggunakan boneka.  Selain mulasara jenazah keterampilan langsung yang juga bermanfaat bagi masyarakat adalah memotong hewan.

Daging hewan halal dimakan apabila hewan tersebut dipotong atau disembelih sesuai dengan ketentuan syariat Islam. “Memotong  atau menyembelih hewan tidak asal potong, bisa-bisa dagingnya haram untuk dimakan. Nah disinilah kami secara khusus mengajarkan peserta didik bagaimana menyembelih hewan yang sah”.

Bicara prestasi akademik sejak berdiri tahun 2002 dan ujian pertama pada tahun 2005 secara akademik lulus seratus persen. Untuk prestasi yang cukup membanggakan yaitu dari cabang panjat tebing. “Beberapa siswa kami lolos menjadi atlit PON, Taufiq mewakili Jawa Tengah  pada ajang panjat tebing tingkat nasional. Eko dan Nurul Kholifah hanya berhasil menjadi juara II dan III untuk ajang tingkat Jawa Tengah,” jelas Ulil.

MA Taqwalillah memiliki fasilitas panjat tebing yang bebas digunakan oleh siswa kapan saja diluar jam belajar di sekolah. “Sudah dua tahun ini kami memiliki fasilitas panjat tebing. Tidak hanya siswa kami saja yang memanfaatkannya namun banyak dari sekolah lain yang memiliki tim panjat tebing ikut bergabung memanfaatkan sarana yang kami miliki”. Selain ektra panjat tebing, beberapa ekstra lain yang aktif adalah Pramuka, Rebana, PMR, Pidato, marching band dan Bola Voley. Maju terus MA Taqwalillah. (dr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.