LJK Ujian Nasional Tak Akan Gagal Pindai

UNIVERSITAS Negeri Semarang (Unnes) menjamin semua lembar jawab Ujian Nasional (UN) Jawa Tengah akan berhasil dipindai (dibaca secara digital). Itu karena tahun ini digunakan dua sistem, yakni optical mark reader (OMR) dan pemotretan citra (image scaning/DMR).

Hal itu diungkapkan Rektor Unnes Prof Dr Sudijono Sastroatmodjo MSi yang juga penanggung jawab penyelenggaraan UN SMA Jateng saat jumpa pers di kampus Sekaran, Selasa (17/4).

“Jika sampai gagal dipindai dengan OMR, lembar jawab akan di-imaging. Ibaratnya pemotretan ini sapu jagad  atau senjata pamungkasnya,” tegas Prof Sudijono Sastroatmodjo.

Dengan pemotretan citra, lanjut Prof Sudijono, tidak lagi dibutuhkan lagi presisi. “Dalam wujud apa pun ekstremnya, 1,3 juta lembar jawab UN SMA se-Jateng akan berhasil dipindai,” kata Rektor Unnes.

Penggunaan teknologi tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya untuk menyempurnakan pelaksanaan UN. “Jadi, perbaikan dan penyempurnaan kita lakukan terus menerus, mulai dari pengadaan soal, penggandaan, distribusi, pengawasan, pemberkasan, hingga pemindaian,” katanya.

Sebagai gambaran, dalam pemindaian Unnes menggunakan 15 unit pindai dengan tiap-tiap unit berkecepatan 60 lembar per menit. “Bisa dihitung sendiri, jika para petugas bekerja 20 jam nonsetop setiap hari dalam melakukan pemindaian,” kata Prof Sudijono.

Disebutkan pula, untuk pemberkasan dan pemindaian, pihaknya mengerahkan 454 petugas. Lembar jawab yang datang dari berbagai kota/kabupaten se-provinsi ini di kampus Unnes kemudian dipilah-pilah dulu sebelum masuk mesin pindai.

Diingatkan pula kepada siswa untuk tidak lupa dengan tepat menuliskan kode paket soal pada lembar jawab serta mengisikan data diri dengan tepat pula, imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.