Palebon, Kelurahan Terbaik Se-Jateng

JALAN paving bersih. Nyaris tidak ada sehelai daun kering pun tergeletak. Saluran got mengalir lancar. Di kedua sisi jalan ada berbagai jenis tanaman. Kadang angin menerpa dan menggoyangkan pucuk-pucuknya. Udara terasa segar. Terlihat ada anak-anak berpakaian biru putih asyik bersenda gurau di bawah pohon palem.

Itulah suasana jalan Panda Selatan di Kelurahan Palebon, kecamatan Semarang Timur Selasa siang kemarin. Hampir semua jalanan di sana tertata. Selain tidak ada sampah berserakan, sepanjang jalan dihiasai berbagai jenis tanaman. Suasana menjadi sangat nyaman. Meski hanya berjarak sepelemparan batu dari jalan Raya Majaphit yang padat, suasana di Jalan Panda sangat segar.

Menurut Sunardi, ketua RT 5 RW 10, warga di lingkungannya memang sudah berkomitmen menjaga kebersihan. Setiap warga wajib membersihkan halaman rumahnya sampai tidak ada sedikit pun samah tersisa. Mereka juga harus memasang lampu penerang sehingga ketika malam tiba, wilayah ini terang benderang.

“Kalau ada warga yang lampu depannya tidak nyala, ya saya tanya, masalahnya apa. Kalau ada masalah dengan listriknya, ya kami bantu,” kata pria kelahiran Klaten yang menjabat sebagai ketua RT sejak dua tahun silam itu.

Bagi warga Panda, kebersihan telah menjadi perhatian utama. Setidaknya sebulan sekali, mereka kerja bakti membersihkan jalanan. Karena sebagian besar warga adalah PNS dan pegawai swasta, mereka sering kerja bakti malam hari. “Begitu kami kontak mereka antusias. Biasanya kerja malam hari karena sing mereka harus kerja,” lanjut Sunardi, Selasa (12/4) siang kemarin.

Menurutnya, menjaga kebersihan tidak harus dengan biaya mahal. Warganya, lanjut Sunardi, hanya dikenai iuran rutin Rp 10 ribu per bulan. Itupun tidak seluruhnya digunakan untuk pemeliharaan jalan. Hanya 25 persen dari kas RT yang digunakan untuk pemeliharaan. Porsi lebih besar, sekitar 50 persen, disepakati digunakan untuk kegiatan sosial. “Termasuk kasih bantuan kalaua da warga yang meninggal,” lanjutnya.

Menurut Sunardi, kunci keberhasilan warganya menjaga kebersihan lingkungan adalah kekompakan. Warga punya kesadaran menjaga rumah masing-masing. Selain itu, seluruh perangkat yang dinaunginya bekerja efektif.

“Di sini kan ada beberapa seksi. Ada seksi kebersihan, keagamaan, sosial, pembangunan. Setiap bulan ada pertemuan RT, mereka laporkan perkembangan bidang masing-masing,” lanjut Sunardi. “Kalau ada masalah, langsung kita atasi rame-rame,” pungkasnya.

Kerja keras Sunardi dan warga Palebon lainnya memperoleh apresiasi yang layak. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan Palebon sebagai kelurahan terbaik tingkat Propinsi bersama Desa Giliamrto, Wonogiri, sebagai desa terbaik. K

epala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Provinsi Jateng, Kusumardhono menyatakan SK penentuan pemenang tersebut telah ditandatangani Gubernur Jateng Bibit Waluyo. Hasilnya juga akan secepatnya diserahkan ke pemerintah daerah setempat. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.