Lima Kesalahan Penulis yang Harus Dihindari

penulis

Selain harus bisa memberi makna baru terhadap sebuah gejala, penulis yang baik mestinya bisa tampil segar dan menghibur. Tapi tidak setiap orang punya kemampuan itu.

Sebaliknya, lebih banyak orang justru tampil dengan tulisan yang membosankan.

Apa formula menjadi penulis yang membosankan? Saya pilihkan lima cara yang bisa Anda ikuti.

Jika menjadi penulis yang membosankan adalah cita-cita yang ingin Anda wujudkan, ikutilah. Jika tidak, hindari!

PERTAMA, MILIKILAH PENGETAHUAN RATA-RATA.

Dengan pengetahuan rata-rata, penulis hanya akan menjelaskan kembali hal yang sudah diketahui publik. Ini jelas cara yang tepat membikin pembaca mual sejak paragraf pertama.

KEDUA, GUNAKANLAH PERSPEKTIF YANG BERSIFAT UMUM.

Dengan pandangan seperti kebanyakan orang, tulisan tidak memiliki kekhasan, bobotnya sama dengan racauan kebanyakan orang. Perspektif yang terlalu umum adalah cara tepat mebikin orang merasa sayang menghibahkan waktu beberapa menit untuk membaca tulisan kita.

KETIGA, GUNAKANLAH UNGKAPAN-UNGKAPAN KLISE..

Misalnya, gunakanlah “Tak kenal maka tak sayang,” atau “wajahmu seindah rembulan.” Insya Allah, pembaca Anda akan mual.

KEEMPAT, BERSIKAPLAH SOK PALING TAHU.

Meskipun pengetahuan pas-pasan, tempatkanlah diri kita sebagai ahli. Gunakanlah gaya menggurui dengan anggapan bahwa semua pembaca adalah anak-anak lugu yang siap kita buali.

KELIMA, BERHENTILAH BELAJAR.

Anggap saja dunia ini masih sama seperti sepuluh tahun lalu. Anggap saja anak-anak muda adalah manusia polos yang belum mengenal dunia.

Karena dunia tidak banyak berubah, Anda tak perlu pelajari hal-hal baru. Nilailah apa yang terjadi saat ini dengan pengetahuan satu dua dekade lalu.

Selamat mencoba…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.