LAYANAN PERPUSTAKAAN YANG MEMADAI

JAKARTA-Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Unnes telah mengadakan kunjungan ke Labschool Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam rangka program Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Rabu (17/9).
Labschool Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta merupakan kunjungan pertama yang diagendakan oleh mahasiswa prodi PBSI dalam program Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Labschool yang memiliki motto iman, ilmu dan amal ini telah memiliki 4 jenjang pendidikan yang meliputi KB-TK-SMP dan SMA. Dalam kunjungan ini mahasiswa PBSI lebih menfokuskan pada jenjang SMA yang akan membicarakan mengenai implementasi kurikulum 2013 di SMA Labschool Jakarta. Meski hanya membicarakan mengenai implementasi kurikulum 2013 di jenjang SMA, namun mahasiswa juga mengelilingi semua area labschool dari KB, TK, SMP hingga SMA.
Sebuah ruangan yang begitu indah nan rapi ini (labs library-red), membuat kunjungan menjadi berkesan hingga para mahasiswa tertarik untuk memasuki dan mengetahui isi ruangan tersebut. Labs library atau biasa disebut perpustakaan labschool memang begitu indah, tatanan bukunya yang rapi, ruangan yang sejuk dan nyaman untuk ditempati. Struktur organisasi pegawai perpustakaan meliputi yang pertama Pamuji, SE sebagai kabag perlengkapan, kemudian Esti Gularti, S.Sos selaku kasubag perpustakaan. Dalam perpustakaan tersebut memiliki 3 layanan yang pertama layanan sirkulasi yang diemban oleh Syarifah Nur dan Supriyono, MH, kemudian layanan multimedia oleh Mien Resmana dan yang terakhir layanan referensi oleh Deni Ramdeni, A.Md.

Menurut Esti Gularti, S.Sos selaku kasubag perpustakaan mengatakan, “Perpustakaan ini menjadi perpustakaan bersama antara SMP dan SMA labschool. Perpustakaan yang menjadi milik bersama SMP dan SMA ini, jam kerjanya mulai pukul 06.30-16.00 WIB. Jika terlambat dalam pengembalian buku maka akan dikenakan denda sebanyak Rp500/hari dan berlaku untuk per bukunya. Peminjaman buku di perpustakaan labschool juga dibatasi maksimal meminjam 2 buku. Untuk buku paket setiap mata pelajaran dipinjamkan dalam waktu 1 semester”.
Kata Esti “Peminjamannya menggunakan kartu perpustakaan yang didalam kartu tersebut terdapat barcode sebagai tanda pengenal bahwa kartu tersebut memang benar keasliannya”. Perpustakaan yang didalamnya terdapat 4 pegawai terlihat ramai dengan pengunjung, buku yang ada didalamnya begitu banyak dan tertata rapi, sehingga membuat pengunjung nyaman untuk belajar. Perpustakaan ini biasanya juga digunakan sebagai ruang kelas agar para siswa tidak jenuh dalam belajar dan siswa lebih mudah menemukan buku-buku yang dicari sebagai penunjang belajarnya.
Selain layanan yang tidak begitu menyulitkan, fasilitas di perpustakaan juga sangat memadai seperti adanya ruangan bagi karyawan, peralatan yang lain juga memadai tak tertinggal pula buku-buku yang disediakan juga banyak jenisnya baik dari yang fiksi maupun non fiksi. Dari data yang diperoleh koleksi buku perpustakaan pada tahun pelajaran 2013/2014 meliputi adanya buku paket dengan jumlah 165 judul buku dan tersedia 3198 eksemplar. Buku referensi sebanyak 881 judul dan 1281 eksemplar. Buku fiksi terdapat 1353 judul dan 1757 eksemplar, kemudian buku non fiksi terdapat 2615 dan 3866 3 eksemplar. Lalu juga terdapat karya tulis yang berjumlah 815 judul karya tulis dan tersedia 816 eksemplar, terdapat juga CD audio visual terdapat 378 judul dan tersedia 378 eksemplar. Surat kabar ada 3 judul dan 3 eksemplar, tabloid terdapat 2 judul dan sebanyak 2 eksemplar lalu untuk majalah terdapat 7 judul dan tersedia sebanyak 112 eksemplar.

Data statistik yang telah diperoleh menunjukkan bahwa pengunjung perpustakaan baik guru atau karyawan dan para siswa baik dari SMP maupun SMA dalam 1 tahun tidak menunjukkan peningkatan maupun penurunan sehingga bersifat fluktuatif. Hal tersebut juga berlaku pada statistika peminjaman buku di perpustakaan Labshcool Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta.

Esti juga menyatakan “Meski pada dasarnya data pengunjung dan peminjaman buku bersifat sama-sama fluktuatif, namun prosentase data pengunjung lebih tinggi dibanding prosentase data peminjaman buku karena biasanya antara guru/kayawan dan siswa baik dari SMP maupun SMA lebih sering membaca buku ditempat”.
Fitriyaningsih

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.