Labschool Rumah Keduaku

RAWAMANGUN – Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang telah menyelenggerakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada Rabu (17/09/2014). Labschool Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta merupakan tempat kunjungan pertama program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI).

Kunjungan di SMA Labschool Jakarta itu dihadiri oleh seratus lima puluh mahasisiwa Unnes dengan lima dosen pendamping. Dalam kunjungan ke Labschool, rombongan dipandu oleh Supriyatno, staf bagian kesiswaan SMA Labschool Jakarta. Kebanggaan menjadi siswa ditandai dengan Labschool menjadi “Rumah Keduaku” sehingga Rumah Keduaku menjadi moto SMA Labschool Jakarta.

“Menciptakan kenyamanan belajar siswa merupakan salah satu pelayanan yang sangat penting yang harus dilakukan oleh semua sekolah. Begitu juga dengan yang dilakukan oleh pihak SMA Labschool Jakarta.” Kata Supriyatno.

Upaya menciptakan kenyamanan di SMA Labschool ini dilakukan melalui fasilitas yang disediakan dan program kegiatan yang dapat diikuti oleh siswa. Sekelompok siswa tampak senang membaca buku di perpustakaan Labschool, Jakarta Timur. Fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan dimanfaatkan oleh siswa sebagai sumber mendapatkan ilmu pengetahuan. Apalagi, perbendaharaan perpustakaan Labschool ini cukup lengkap serta ditambah dengan suasana yang nyaman sehingga para siswa betah berada di sini.

Dekorasi perpustakaan yang unik mampu menarik perhatian siswa untuk selalu berkunjung ke perpustakaan dengan tujuan belajar sambil bersantai. Sedangkan di luar kelas, siswa laki-laki tengah asyik bermain sepak bola di lapangan yang letaknya di tengah-tengah gedung sekolah. Hal tersebut merupakan beberapa kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh siswa SMA Labschool Jakarta. Kegiatan di Labschool dimulai pukul 06.30-16.30 WIB.

Sekolah yang didirikan oleh mantan Rektor IKIP Jakarta, Deliar Noer ini, menyelenggarakan berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler yang dikelompokkan menjadi empat kategori. Pertama, kategori kegiatan keilmuan yang terdiri atas jurnalistik, komputer, Karya Ilimiah Remaja (KIR), English Club, dan robot club. Kedua, kategori kegiatan kesenian terdiri atas paduan suara, teater, seni lukis/rupa, band, fotografi, karawitan, marching band, dan gitar. Ketiga, kategori kegiatan keterampilan terdiri atas Palang Merah Remaja (PMR) dan Paskibra.

Keempat, kategori kegiatan keolahrgaan yang terdiri atas sepak bola, voli, basket, bulu tangkis, dan renang. Kegiatan ekstrakurikuler ini dijadikan sebagai wadah mengasah bakat dan minat para siswa Labschool. Siswa tinggal memilih salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang sudah disediakan. satu keunikan Labschool ini adalah siswa bisa mengambil kegiatan ekstrakurikuler di luar program yang sudah disediakan. Misalnya, seorang siswa memiliki bakat berkuda, maka siswa ini bisa mengambil ekstrakurikuler berkuda meskipun kegiatan tersebut tidak ada di sekolahnya. Pihak sekolah akan menjadikan lembaga atau penyelengara berkuda sebagai mitra sekolah.

Kegiatan unggulan lainnya di Labschool ini adalah penerapan nilai-nilai keimanan yang sudah menjadi budaya. Ada hari di mana para siswa yang beragama Islam secara bersama-sama melakukan tadarus Al-Quran. Lalu, bagi mereka yang bergama Nasrani melakukan kebaktian dan siswa yang beragama Hindu-Budha melakukan ibadah di tempat yang sudah disediakan. Kegiatan lain yang menjadi kebiasaan adalah melaksanakan salat zuhur dan asar berjamaah yang diakhiri dengan kultum oleh sisiwa sebagai sarana latihan pidato dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

Kegiatan lainnya adalah latihan kepemimpinan, di mana para sisiwa diarahkan untuk mengikuti pelatihan dasar kepemimpinan dan bina mental kepemimpinan sisiwa. Kegiatan kepemimpinan ini biasanya dilaksanakan dengan bantuan tentara Kostrad (Komando Strategi Angkatan Darat). Sekolah Menengah Atas Labschool ini sering disebut sebagai sekolah yang mempersiapkan para calon pemimpin masa depan yang bertaqwa, berintegritas tinggi, berdaya juang kuat, berkepribadian utuh, berbudi pekerti luhur, mandiri serta mempunyai kemampuan intelektual tinggi. Setidaknya itu yang menjadi visi dari sekolah ini.

Kemudian, visi ini diejawentahkan melalui penciptaan lingkungan belajar yang menyenangkan, menantang, dan penuh makna. Menurut Supriyatno, menciptakan kenyamanan belajar merupakan hal utama yang harus dikedepankan.”Kami berusaha menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa’, ujarnya. Jika kenyamanan sudah tercipta maka sekolah akan menjadi rumah kedua bagi siswa. Gevi Sunitasari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.