Komite SD Al Azam Ajak Orang Tua Berliterasi

Komite SD Al Azam Semarang menggelar buka puasa bersama sekaligus diskusi di Rumah Makan Korokeling, Jalan Brigjen Sudiarto, Semarang (24/5/2019). Kegiatan yang dimaksudkan untuk menyelaraskan gerak komite dan pihak sekolah tersebut dihadiri oleh pengurus komite, guru, kepala sekolah, dan tenaga administrasi sekolah yang terletak di Jalan Ketileng Indah Utara, Semarang, itu.

Ketua Komite SD Al Azam Semarang, Agus Sudono, mengajak orang tua siswa untuk membudayakan membaca kepada anak-anaknya. Kemampuan membaca inilah yang akan mendorong anak untuk mengeksplorasi diri dalam penguasaan materi pelajaran di sekolah.

“Tanpa kemampuan membaca yang baik, anak sulit memahami pelajaran, termasuk soal-soal ujian yang dihadapi. Mata pelajaran apa pun selalu membutuhkan kemampuan siswa dalam membaca,” jelasnya.

Agus menjelaskan, kemampuan membaca dan menulis yang mengarah pada budaya baca tulis ini harus ditanamkan sejak usia dini. Mulai pendidikan dasar inilah penguatan literasi ini harus ditanamkan. Literasi merupakan bagian tidak terpisahkan dari penguatan pendidikan karakter.

“Dengan literasi yang baik sejak dini, ke depannya orang tua akan lebih mudah dalam mengarahkan anak mengembangkan minat dan bakatnya,” tandasnya.

Komite sekolah mengajak orang tua untuk membeli buku bagi anak-anaknya di sekolah. Komite SD Al Azam memprogramkan Sedekah Buku Sedekah Ilmu. Setiap orang tua bisa menyisihkan sedikit uang untuk membeli satu buku, lalu dibawa ke sekolah supaya dibaca anak-anaknya.

“Satu orang tua bersedekah satu buku, kalau seratus orang tua bisa seratus buku untuk mengisi pojok pustaka di setiap kelas. Dengan begitu, ilmu dan wawasan anak-anak pun akan semakin luas,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Al Azam Semarang, Zamroni menyatakan, pihak sekolah sangat membutuhkan dukungan orang tua dalam pembelajaran. Tanpa dukungan orang tua, guru tidak akan mempu berbuat banyak.

“Sebagai kepala sekolah yang baru dilantik bulan ini, saya mengajak dan berharap peran komite sekolah mampu menjembatani komunikasi antara orang tua dengan sekolah, baik guru, kepala, maupun tenaga kependidikan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.