Kini Ada Taman Baca di Mbangkong…

PAGI itu, sekitar pukul sepuluh pagi. Waktu yang molor satu jam dari jadwal semula. Kami berjalan menyusuri sawah dan trotoar berdebu. Di hadapan kami, terbayang mimpi mungil yang sebentar lagi akan coba kami wujudkan.

Tiba di belakang asrama putra Unnes, jalan menurun menyambut kami. Jalan itu sudah kami akrabi beberapa hari ini. Kelokan tajam yang menurun curam. Jalan yang membingkai mimpi manis yang ingin kami realisasikan.

Sekitar lima belas menit menyusuri turunan, akhirnya kami sampai di tempat itu. Rumah itu tampak ramai. Belasan anak tampak berkumpul. Rupanya, mereka sudah menerima undangan yang kami sebarkan. Ada debar yang menyeruak seketika.

Minggu, 29 Juli 2012, kami mengadakan launching Taman Baca Anak Indonesia alias Rumah Baca Asma Nadia. Launching diadakan di Dukuh Mbangkong. Seperti takpercaya, mimpi mungil itu akhirnya terwujud juga. Tentu, dengan dukungan begitu banyak pihak. Donatur-donatur tak terduga sekaligus luar biasa, tim yang penuh dedikasi dan semangat, teman-teman yang penuh simpati, serta tentunya kekuasaan-Nya dalam membuka pintu hati hamba-Nya.

Untuk sementara, taman baca tersebut dialokasikan untuk membantu memfasilitasi buku-buku pelajaran dan bacaan bagi anak-anak usia TK sampai dengan SMP. Selanjutnya, diharapkan jangkauan taman baca dapat diperluas sehingga dapat dioptimalkan bagi semua kalangan.

Launching taman baca di Dukuh Mbangkong tidak lepas dari kerja sama dengan berbagai pihak. Acara yang dilaksanakan secara sederhana tersebut, selain mendapatkan donasi buku dari Rumah Baca Asma NadiaPusat, juga mendapatkan donasi buku dari Youth! (sebuah organisasi sosial mahasiswa di Jawa), buku-buku dari Pesta Buku di Gedung Wanita Semarang, dana dari program Pengabdian Masyarakat Unnes, serta para donatur yang tidak bisa disebutkan namanya. Donasi secara moral pun ikut serta menyukseskan launching RBA. Tanpa semangat dan antusiasme dari masyarakat sekitar dan semangat dari tim penyelenggara, launching tidak akan terselenggara dengan baik.

Launching dilaksanakan secara sederhana dan santai. Acara dimulai dengan perkenalan peserta launching (yang semuanya adalah anak-anak) dan pengenalan taman baca. Setelah itu, anak-anak dipersilakan untuk membaca buku-buku yang disukainya. Acara kemudian dilanjutkan dengan games dan (tentunya) ditutup dengan dokumentasi. Anak-anak dengan antusias segera mendaftarkan diri untuk menjadi anggota di taman baca. Acara selesai sekitar pukul dua belas siang, dan mulai beroperasi secara optimal mulai hari Minggu, 5 Agustus 2012.

Launching taman baca di Dukuh Mbangkong bukanlah pencapaian mimpi. Ia justru merupakan titik mula dari perjuangan membuka cakrawala pengetahuan bagi anak-anak di daerah yang bergelut dengan keterbatasan. Jalan masih panjang.

Konsistensi, semangat, kreativitas, kesabaran, dan keikhlasan menjadi kunci utama perkembangan minat baca di Nusantara. Terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak. Semakin berterima kasih ketika dukungan terus digulirkan demi berkembangnya taman baca di Dukuh Mbangkong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.