Adzilina Maghfira, Kesibukan Ganda Aktivis Muda

GADIS itu akrab disapa dengan nama pendek: Fira. Meski usianya baru 17 tahun, dia punya aktivitas super padat. Selain kegiatan regular belajar di sekolah, ia juga aktif di beberapa ekstrakurikuler. Saat sekolahnya punya gawe, ia juga kerap jadi panitia.

Oktober silam, misalnya, Fira menjadi wakil ketua paitia peringatan Bulan Bahasa SMA Negeri 1 Ungaran. Di even itu ia bersama siswa lain menyelenggarakan aneka lomba. “Ada ranking 1, mading berposter, tutorial english, warta smansa menggunakan bahasa Jawa, stand up comedy, dan musikalisasi puisi,” katanya.

“Selain itu, ada inagurasi juga, supaya teman-teman tidak bosan. Dalam inagurasi ini ditampilkan band siswa dan paduan suara khusus anak bahasa kelas X, XI, XII yang menampilkan paduan suara menggunakan bahasa perancis. Antusiasme teman-teman sangat luar biasa dan sangat meriah,” lanjut siswa kelahiran 4 Februari 1996 ini.

Di sela kesibukannya itu Fira ternyata masih memlihara hobi lamanya menulis. Ia mengaku endapat banyak inspirasi dari sekolah. Salah satu cerpennya, baru-baru ini bahkan menjuarai loma di Ambarawa.

“Namun akhir-akhir ini sempat break karena mempersiapkan bulan bahasa ini,” lanjutnya, riang.

Meski aktivitasnya segudang, Fira mengaku masih enjoy. Dia berusaha mengatur waktu agar semua kewajibannya dapat ditunaikan dengan baik. “Sebenarnya lumayan kesulitan, tetapi kita harus bisa membagi waktu, dan tetap harus konsekuensi.”

Beruntung, ibunda Fira selalu mendukungnya. Bunda memberinya kebebasan untuk mengikuti berbagai kegiatan. Asal; menjaga kesehatan.

Sebagai siswa, Fira mengaku punya ketertarikan dengan bahasa Indonesia. Pelajaran itu menjadi salah satu pelajaran favoritnya. “Karena bahasa Indonesia adalah bahasa kita. Wajib kita mencintainya,” katanya.

Kelak, ia bahkan berniat berpartisipasi mengembangkan bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Caranya, kata Fira, membiasakan berbahasa Indonesia dan bahasa Ddaerah dengan baik. “Saya juga ingin mengajak masyarakat melestarikan kebudayaan, supaya kebudayaan daerah setempat tidak hilang,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.