Keresahan Masyarakat Banjarnegara Mengenai Pendidikan Masa Pendemi

Banjarnegara – Penyebaran virus Corona atau Covid-19 saat ini membuat masyarakat resah dan berdampak pada pendidikan di Indonesia. Hal ini membuat pembelajaran pada tahun ajaran baru kali ini untuk sementara akan berlangsung dengan sistem pembelajaran jarak jauh dan menimbulkan berbagai keresahan masyarakat.

Ibu Yanti (31) misalnya, ia meresahkan kebutuhan akan kuota internet untuk menunjang proses pembelajaran anaknya, ungkapnya.

“Sistem pembelajaran ini mengeluarkan biaya lebih untuk kebutuhan kuota internet” ungkap Yanti saat ditemui (5/7/2020).

Warga Dusun Argasoka ini mengaku bahwa ia sangat merasakan lonjakan signifikan penggunaan kuota internet ini akibat penggunaan untuk menunjang sistem pembelajaran jarak jauh.

“Saya tadinya satu bulan hanya memerlukan 40 .000 sampai 50.000 saja sebulannya sedangkan sekarang saya bisa sampai 100.000 sebulannya,” tambahnya.

Sementara itu, lain lagi yang diresahkan dari ibu Aminah (39), seorang ibu beranak 4. Ia mengeluhkan kendala dikarenakan kurangnya telepon genggam guna memfasilitasi proses pembelajaran jarak jauh berbasis online.

“Ya pendidikan jarak jauh bagi keluarga saya belum dapat berjalan dengan baik karena kita sendiri terkendala akan penggunaan telepon genggam, dalam keluarga saya saja hanya memiliki 2 telepon genggam sehingga dalam penggunaannya kita harus bergantian, dan kadang mereka saling berebut,” ujarnya (6/7/2020).

Mereka sendiri berharap agar pemerintah dan sekolah agar dapat memberikan inovasi baru dan dapat membantu dalam meringankan beban kebutuhan akan kuota internet tambahnya.

[Addin Nugroho]

Berita ini merupakan latihan menulis di kelas jurnalistik mahasiswa Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, FIP UNNES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.