Kenangan, Elemen Penting Keindahan

BAJU aktris seksi Hollywood Marilyn Monr oe terjual dengan harga 5 juta dollar AS atau senilai Rp 45,5 miliar dalam sebuah lelang pada tahun 2011 lalu. Baju ini dikenakan Monroe ketika bermain di film The Seven Year Itch yang dirilis pada tahun 1955. Film ini membuat para pria memenuhi bioskop untuk menyaksikan film tersebut.

Bagaimana bisa baju “sederhana” itu laku demikian mahal? Jelas, melambungnya baju Manroe tak disebabkan oleh bahan atau model yang inovatif. Harga baju melambung karena dikaitpautkan dengan kenangan (memorabilia) tokoh terkemuka.

Monroe adalah sosok istimewa dalam panggung Hollywood yang gemerlap. Keistimewaan tak hanya terletak dari aktingnya, tapi juga kepribadian dan kisah hidupnya yang dramatis. Sosoknya adalah inspirasi bagi banyak bintang-bintang baru pada masa kini seperti yang terlihat jelas pada diri Madonna di awal kariernya.

Setelah beberapa tahun memainkan peran-peran kecil, Marilyn Monroe menjadi semakin terkenal atas keahliannya bermain komedi, kecantikannya serta penampilannya di layar lebar, sehingga dia menjadi salah satu bintang film yang sangat populer pada tahun 1950an. Belakangan dalam kariernya, Marilyn Monroe melakoni beberapa peran serius yang cukup sukses.

Sejumlah penghargaan telah ia raih, antara lain penghargaan Khusus pada Photoplay Award (1952), Bintang Wanite Terpopuler Photoplay Award (1953), Aktris Luar Negeri Terbaik Goldan BAFTA Film Award, dan Aktir Komedi/Musikal Terbaik Golden Globe Award (1960).

Drama Hidup

Bakat, kecantikan, dan pribadi Monroe membuatnya jadi perhatian dunia hiburan pada tahun 50an. Monroe menjadi sosialitas kelas atas Amerika. Bahkan, ia dikenal dekat dengan Presiden John F Kenedy. Pun demikian, presiden pertama Republik Indoniesia Soekarno mengaku mengamu Monroe. Dalam sebuah kunjungan diplomatic ke Amerika, Soekarno menyempatkan diri bertempu perempuan bertubuh aduhai ini.

Marliyn lahir tepat pada permulaan awal Juni 1926 di Los Angeles General Hospital – Los Angeles, California. Ibunya bernama Gladys Baker sementara ayahnya tidak diketahui sama sekali. Pada saat dibaptis dibaptis,dia diberi nama Norma Jeane Baker. Norma Jeane menghabiskan masa kanak-kanaknya di panti asuhan/yatim piatu sampai pada suatu hari di tahun 1937 dia pindah dan tinggal bersama keluarga sahabat ibunya Grace McKee Goddard.

Sayangnya, saat suami Grace ditugaskan ke perbatasan timur pada tahun 1942, pasangan itu tidak bisa mengikutsertakan Norma Jeane yang sudah berusia 16 tahun bersama mereka. Norma Jeane dihapapkan pada sebuah pilihan: kembali ke panti asuhan atau menikah. Pada tanggal 19 Juni 1942 dia menikah dengan Jimmy Dougherty (21), tetangga sekaligus pacar yang sudah jalan bersamanya sekitar 6 bulan.

Norma mulai mempelajari kisah-kisah sukses para aktris di antaranya Jean Harlow dan Lana Turner dan mendaftarkan dirinya di kelas drama untuk mewujudkan segudang impiannya yaitu: menjadi terkenal. Pada akhirnya, Jimmi kembali pada tahun 1946, dengan kata lain Norma Jeane lagi-lagi harus dihadapkan pada sebuah : perkawinannya atau karir.

Norma Jeane memilih karir dan akhirnya bercerai pada bulan Juni 1946 dan menandatangani kontrak pertamanya dengan ‘Twentieth Century Fox’ pada tanggal 26 Agustus 1946. Pada saat itu penghasilannya masih $125 per-minggu. Selanjutnya dia mengubah warna rambutnya menjadi blonde/pirang dan mengganti namanya menjadi Marilyn Monroe yang merupakan nama akhir dari neneknya.

Majalah Photoplay memilih Marilyn sebagai Aktris pendatang baru terbaik di tahun 1953 dan pada saat dia berusia 27, julukan artis pirang terbaik ditujukan kepadanya sekaligus predikat
artis pirang terseksi.

Pada tanggal 14 Januari 1954 Marilyn menikah lagi dengan seorang bintang baseball Joe DiMaggio. Mereka hidup bersama selama 2 tahun. Sayangnya, popularitas dan kesan sensualitas justru menjadi sebuah pelatuk yang siap meledakkan keharmonisan rumah tangga mereka. Dan pada akhirnya, 9 bulan kemudian 27 Oktober 1954, Marilyn dan Joe bercerai dan pada tahun 1955 Marilyn hijrah ke New York untuk mengembangkan bakat akting sekaligus mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang yang serupa.

Setelah Kehidupan Marilyn Monroe berakhir mengenaskan, dia ditemukan tewas di rumahnya yang dipercaya sebagai akibat tindakan bunuh diri karena overdosis meminum obat tidur. Hingga saat ini, berbagai teori konspirasi menyangkut kematian Marilyn masih menjadi pokok pembahasan khususnya bagi para penggemarnya. Ada dugaan, kematian Monroe melibatkan keluarga Kennedy. Ada pula spekulasi yang menyebut Monroe dibunuh oleh Mafia.

Kenangan sebagai Unsur Keindahan

Bila mengingat kembali pandangan klasik (Yunani) tentang hubungan seni dan keindahan, maka kedua pendapat ahli di bawah ini sangat mendukung hubungan tersebut. Sortais menyatakan bahwa keindahan ditentukan oleh keadaan sebagai sifat obyektif dari bentuk (l’esthetique est la science du beau). Lipps berpendapat bahwa keindahan ditentukan oleh keadaan perasaan subyetif atau pertimbangan selera (die kunst ist die geflissenliche hervorbringung des schones).

Jika keindahan objektif umumnya diidentifikasi dengan kualita-kualita yang tampak, seperti kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast), keindahan subjektif tak dapat diidentifikasi secara inderawi. Kaum sofis Yunani kuno hanya memberi clue bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan. Sejalan dengan itu, filsuf Italia Thomas Aquinas menjelaskan bahwa sesuatu yang indah adalah sesuatu yang menyenangkan jika dilihat.

Monroe adalah pribadi yang mudah dikenang. Ia menjadi personifikasi untuk drama kehidupan yang penuh tangis dan pengorbanan. Tak heran jika jutaan orang menggemari aktingnya, menggemari pribadinya, sekaligus menggemari kisah-kisahnya. Setelah ia tutup usia, penggemar mengekspresikan kecintaannya melalui benda-benda memorabilia.

Benda-benda memorabilia mengandung keindahan karena mampu menghadirkan sensasi tertentu ketika seseorang menikmatinya. Sensasi tersebut bisa menjadi pengalaman estetis karena dikaitan dengan nilai-nilai yang berada di luar benda tersebut, yaitu ide. Kenangan adalah jembatan yang menghubungkan benda memorabilia dengan ide.

Kant secara eksplisit menitikberatkan estetika kepada teori keindahan dan seni. Teori keindahan adalah dua hal yang dapat dipelajari secara ilmiah maupun filsafati. Di samping estetika sebagai filsafat dari keindahan, ada pendekatan ilmiah tentang keindahan. Yang pertama menunjukkan identitas obyek artistik, yang kedua obyek keindahan.

Jika hendak dikategorikan, keindahan memorabilia masuk pada jenis estetika subjektif. Artinya, keindahan tidak terletak pada objek benda, melainkan pada subjek yang menikmatinya. Baju Monroe hanya dianggap indah oleh kelompok kecil orang-orang yang menggemarinya. Di saat yang sama baju Monroe bisa menjadi kain usang semata bagi orang-orang yang tak mengenal namanya.

Segitiga di atas menjelaskan, bahkan upaya menikmati keindahan pada benda-benda memorabilia hanya dapat dilakukan melalui jalan kenangan. Kenangan dipahami sebagai aktivitas batin manusia (bukan indrawi) yang melahirkan sensasi. Kenangan menyaratkan informasi yang cukup dalam benak subjek agar sebuah objek memiliki makna.

Rahmat Petuguran, penulis buku Melawan Kuasa Perut (2014)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.