Kegagalan Komunikasi di Dunia Medis

Penelitian CRICO Strategies menunjukkan bahwa kegagalan komunikasi menyumbang 30 persen kejadian malpraktik pada kurun waktu 2009 hingga 2013. Kegagalan komunikasi menyebabkan sekitar 2000 jiwa melayang.
 
Kasus-kasus kesalahan komunikasi terbentang di hampir seluruh aspek pelayanan medis: pengobatan umum, kebidanan, perawatan, dan penanganan operasi.
 
Kegagalan komunikasi disumbangkan oleh beragam faktor, salah satunya komunikasi lintas budaya.
 
Seorang mahasiswa Norwegia yang terluka akibat perkelahian di sebuah pesta, misalnya, berobat ke sebuah rumah sakit di Denmark. Pemuda ini mengatakan dirinya membawa sifat hemofilia dan mengatakan itu kepada tim medis yang menanganinya.
 
Tapi dalam bahasa Denmark, hemofilia disebut bloder. Ucapan pemuda Norwegia justru didengar oleh tim medis sebagai “homofilia”, sebuah kecenderungan tertarik secara seksual dengan sesama jenis.
 
Kegagalan komunikasi membuat dia tidak mendapat penangan khusus sebagaimana mestinya penderita hemofilia. Akibatnya, darahnya terus mengalir sehingga dia meninggal dua hari kemudian.
 
Realitas inilah yang membuat mahasiswa kedokteran/perawatan/kebidanan/manajemen rumah sakit mestinya (atau sudah?) mendapat kuliah komunikasi medis. Dokter musti bisa berkomunikasi dengan baik sebagai prosedur diagnosis.
 
Apakah kegagalan komunikasi juga jadi penyebab meninggalnya bayi bernama Deborah di RS Mitra Keluarga Kalideres?
 
Kegagalan komunikasi tidak hanya disebabkan oleh tenaga medis, tapi juga bisa berasal dari pasien atau keluarga pasien. Kegagalan komunikasi bukan hanya berkaitan dengan keterampilan berkomunikasi an sich, tapi melibatkan rasa, empati, kepedualian, keberpihakan,dan sebagainya.
 
Tentu terlalu sederhana kalau melokalisasi peristiwa yang menimpa Deborah hanya pada aspek komunikasi. Tapi mengingkari adanya kegagalan komunikasi dalam peristiwa memilukan itu juga bukan keputusan bijak. (Gambar: fimela.com)
Rahmat Petuguran
Pemimpin Redaksi PORTALSEMARANG.COM
Dosen Bahasa Indonesia Universitas Negeri Semarang
 
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *