Kecerdasan Emosional Menurut Goleman dan Mengapa EQ Ini Penting

Dalam banyak pembahasan mengenai kecerdasan emosional (EQ), nama Daniel Goleman sering disebut-sebut. Asal muasalnya berawal dari buku Emotional Intelligence yang ditulisnya dan kemudian “meledak” sehingga terjual lebih dari 5 juta copy di seluruh dunia. Sejak itu, Goleman disebut sebagai pakar kecerdasan emosional. Istilah tersebut juga kemudian sering disebut-sebut untuk disandingkan dengan kecerdasan inteletual (IQ) yang lebih dulu dipuja-puja.

Menurut Goleman, kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi (to manage our emotional life with intelligence); menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya (the appropriateness of emotion and its expression) melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial.

Lebih lanjut Goleman menjelaskan orang yang memiliki kecerdasan emosional akan memiliki kemampuan yaitu berupa mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, dan membina hubungan.

Sejak populernya istilah kecerdasan emosional (EQ) itu, kini tidak sedikit pakar yang meyakini bahwa kecerdasan emosional bahkan mungkin lebih penting dibandingkan dengan kecerdasan intelektual (IQ). EQ tadi juga dipandang lebih memiliki pengaruh terhadap kesuksesan, kebahagiaan, dan kualitas hubungan sosial seseorang.

Bila kita telusuri lebih jauh, sebetulnya istilah emotional intelligence ini tidak baru-baru amat. Dulunya sekitar tahun 1930-an, istilah yang lebih dikenal adalah “kecerdasan sosial”. Kemudian di pertengahan tahun 1950-an istilah yang sering dipakai adalah “kekuatan emosi”, dan sekarang istilah “kecerdasan emosional” itu yang lebih mengemuka.

Bila ada yang bertanya mengapa kecerdasan emosional ini amat penting, alasannya karena jenis kecerdasan yang satu ini berperan untuk menciptakan keseimbangan hidup kita. Seperti kita sadari, pressure kehidupan makin lama makin berat. Akibatnya, jika kita tidak mampu mengelolanya dengan baik, bisa menimbulkan terjadinya stres. Kalau kita memiliki kecerdasan emosional yang andal, maka kita bisa mengendalikan tekanan yang datang sehingga kondisi psikis pun tetap waras dan tidak mudah diombang-ambingkan hawa nafsu.

Bukan hanya itu, kecerdasan emosional ini juga berpengaruh terhadap perilaku positif kita sehari-hari. Kita akan terhindar dari rasa kekhawatiran yang berlebih, mood yang tak stabil dan depresi.

Kecerdasan emosional ini juga sangat berguna untuk membuat hubungan kita menjadi lebih baik. Sebab kita bisa mengerti dan memahami apa yang sedang dirasakan oleh orang lain.

Lebih dari itu, orang yang memiliki EQ yang baik bisa memiliki motivasi internal yang lebih baik. Sehingga selalu bersemangat untuk mencapai tujuannya, lebih percaya diri, dan tidak mudah berleha-leha. Itulah mengapa sangat penting untuk membentuk kecerdasan emosional sejak dini bagi anak-anak kita. Mengembangkan EQ anak merupakan hal penting yang tak bisa kita abaikan kita sebagai orangtua. Melatihnya sejak dini akan berperan besar bagi perkembangan anak di masa-masa selanjutnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *