Kecanduan Game Online, Berbahayakah Pada Anak?

Oleh      : Narendra Rif’an

Perkembangan teknologi pada zaman ini begitu pesat, ini terjadi dikarenakan perkembangan elektronika dengan penemuan-penemuan yang sangat menakjubkan. Apalagi untuk era sekarang perkembangan smartphone yang semakin cangih dan memiliki fitur yang mumpuni untuk bermain game online maupun game offline.

Dilansir dari okezone.com (28/03/2019), Dari 142 juta pengguna akses internet menunjukkan sekitar 30 juta anak milenial aktif bermain game setiap harinya. Game yang paling sering dimainkan oleh anak milenial yaitu  PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG), FreeFire, dan Mobile Legends. Terdapat 42% orang Indonesia menghabiskan waktu lebih lama untuk bermain game online daripada melakukan hobi dan bersosialisasi dengan teman-teman.

Lalu bagaimana game online bisa memberikan dapak berbahaya bagi anak? Game online dapat membawa dampak pada perkembangan anak maupun perkembangan jiwanya. Dengan kecanduan game online banyak remaja yang rela menyisihkan uang saku untuk memainkan game online, dalam memainkan game online remaja selalu akan lupa waktunya untuk makan, beribadah, belajar bahkan mengabaikan kesehatannya demi kesenangan semata.

Menurut Keepers (1990), kecanduan adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara berulang – ulang dan menimbulkan  dampak negatif. Banyak studi yang menunjukkan akibat terlalu sering bermain game online sama dengan penyalahgunaan alkohol atau narkoba.

Pergeseran pola kegiatan anak milenial mulai terlihat ketika mereka lebih senang untuk melakukan refreshing dengan bermain game online ketimbang bermain permainan jaman dahulu dengan teman sebaya atau berolahraga. Ada beberapa faktor yang mengakibatkan anak lebih suka refreshing dengan bermain game online.

Yang pertama, mereka lebih senang memilih kegiatan refreshing yang cepat, mudah, dan murah. Kedua, game onlline tidak tergantung jumlah teman, tidak seperti ketika olah raga atau bermain permainan tradisional yang membutuhkan teman karena tidak bisa dilakukan sendiri.

Efek buruk ketika anak keseringan atau kecanduan dalam bermain game online menyebabkan anak mengalami stres dan depresi. Hal ini dipicu karena kekalahan dalam game atau jengkel dengan teman satu timnya yang tidak bisa bekerja sama dengannya. Jika kekalahan tersebut sering berulang terus – menerus bukan tidak mungkin anak akan mengalami stres hingga depresi.

Apabila telah kecanduan, pola pikirnya akan terus mendorong untuk bermain game bersama temannya. Hal ini berdampak buruk bagi masa depan anak. Kurangnya perhatian dari keluarga, membuat seorang anak lebih senang menghabiskan waktunya dalam bermain game.

Hal ini berdampak buruk bagi masa depan seorang anak jika terlalu sering menghabiskan waktu dengan bermain game online, ini akan mengganggu proses belajar, aktifitas yang seharusnya dilakukan, dan hal lainnya. Sehingga, hal ini bisa merusak generasi muda saat ini dan merusak masa depan seorang anak maupun remaja yanga kecanduan dan mengutamakan game online – nya daripada hal-hal dan kegiatan yang memiliki manfaat, lain yang lebih bisa mengasah kreatifitas dan berinovasi dalam mengembangkan minat belajar dan pengalaman untuk masa depannya.

Lalu bagaimanakah solusinya ketika anak sudah mengalami kecanduan dalam bermain game online? Dalam mengatasi kecanduan dalam bermain game online perlu melibatkan peran orang tua. Pengawasan orang tua menjadi sangat penting agar anak memiliki batasan dalam bermain game online agar tidak kecanduan. Orang tua juga harus mampu mengedukasi anak tentang bahaya kecanduan bermain game online, setidaknya bisa mengetahui dampak negatif dari bermain game online.

Selain itu, orang tua bisa membiasakan anak dengan kegiatan – kegiatan sosial di lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Kegiatan inii sangat berpengaruh dalam penanganan ketergantungan terhadap smartphone sehingga efek kecanduan akan game online akan berkurang sedikit demi sedikit.

Milenial zaman sekarang sangat ketergantungan terhadap game online. Mereka lebih banyak mnegorbankan waktunya untuk bermain game online dibanding melakukan kegiatan lain. Dikarenakan game online merupakan sarana hiburan yg tepat bagi milenial akan tetapi hal tersebut bisa memberikan dampak negatif bagi mereka. Maka kita sebagai generasi milenial haruus lebih bijak dalam menggunakan game online Serta membatasi batasi penggunaan smartphone.

 

[Narendra Rif’an]

Artikel ini merupakan hasil latihan mahasiswa peserta didik mata kuliah jurnalistik dari jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.