Foto-foto Ini Membuktikan Jalan di Banjarnegara adalah yang “Terbaik” di Indonesia

Kerusakan jalan di Banjarnegara dikeluhkan oleh warga. Kerusakan terjadi di berbagai lokasi, bahkan tampak sedemikian parah. Warga yang kesal kemudian memotret dan membagikannya di jejaring sosial.

Berikut adalah foto-foto yang menunjukkan bahwa jalan di Banjarnegara adalah yang paling “terbaik” di Indonesia. Pengguna jalan bisa melakukan dua hal sekaligus: bekendara dan – dalam bahasa Banjar – kecehan.

Jalan rusak 3

Gambar di atas adalah jalan yang menghubungan Wanadadi dengan Banjarmangu. Ini merupakan salah satu jalan yang padat karena menghubungkan Kecamatan  Wanadadi dan Punggelan dengan Kota Banjarnegara.  Usai hujan, jalan di dekat pertigaan Kalijambe ini lebih menyerupai sawah.

Jalan rusak 2

Warga Banjarkulon Kecamatan Banjarmangu tampaknya kesal karena jalan di wilayahnya rusak parah, tetapi pemerintah tidak memperbaikinya. Kekesalan itu disampaikan melalui spanduk.

 

Jalan Rusak Banjarnegara

Spanduk juga digunakan oleh warga Banjarkulon, Banjarmangu dengan nada sarkas seperti terlihat pada foto di atas. Jalan rusak disebut sebagai objek wisata pemancingan kali asat dan jalur trabas.

jalan rusak gumngsir

Jalan rusak parah juga dapat ditemukan di Desa Gumingsir. Lubang yang cukup luas dan dalam meciptakan genangan yang membuat jalan lebih menyerupai empang.

jalan wanadadi tapen

Foto di atas menunjukkan kondisi jalan Wanadadi – Tapen. Ini merupakan salah satu jalan penting karena menjadi penghubung utama Kecamatan Wanadadi dengan Bawang dan Wanadadi dengan Rakit.

Apakah di daerah lainnya kondisi jalan juga sama? Mari bagikan informasi Anda.

46 Comments

  1. yuni syambudi

    May 12, 2016 at 1:28 pm

    begitu mengenaskan .
    kebanyakan jalan dibanjarnegara memang seperti itu .jalan yg mnghubungkan bnjrngra dan purbalingga pun sering memakan korban akibat jalan yg rusak

  2. jali

    May 13, 2016 at 1:29 am

    Ya angger nganggo -“terbaik” di Indonesia- rasane lingkupe terlalu luas del,

  3. Arbi Kun

    May 13, 2016 at 2:26 am

    Semoga ada yang melek setelah membaca berita ini. Ada yang tergerak dan tidak hanya duduk enak guna mengubah kondisi. Saya merupakan “konsumen” jalan Banjarnegara ketika pulang ke Purbalingga. Sepanjang Semarang-Purbalingga, kondisi jalan yang paling “mengesankan” paling banyak memang ada di kabupaten di atas. Salam.

  4. widodo

    May 13, 2016 at 6:25 am

    Dalan sing apik mung dalan sing menuju umahe wakil2 rakyat tok,dalan rakyat biasa yah ra di urusi,nu wis di wakilna si dalan apike:):)

  5. Saryono

    May 13, 2016 at 6:30 am

    Di perkumpulan driver bus malam jrusan jakarta-wonosobo, sampai muncul pameo begini…”klo ada penumpang dri jakarta tujuan banjarnegara,trus bilang, pak minta tolong bangunkan saya,takut kebablasan…dg enteng driver jawab..dah tidur ja yg nyenyak,klo sdh ada getaran/goyangan yg membangunkan kamu itu tandanya sdh masuk banjarnegara” (klo urusan jalan raya,antara banjarnegara dan purbalingga itu bagaikan sungai hampir kering dan lantai keramik)?….

  6. Joni

    May 13, 2016 at 10:15 am

    Mohon di koreksi min itu jalan di desa jenggawur tepatnya di dusun pesanggrahan, kepada siapa warga harus “sambat” (minta pertolongan)????

  7. Anggun R

    May 13, 2016 at 1:19 pm

    Bener tu bang admind, itu bukan banjarkulon tp desa jenggawur, tepatnya tu fto di dukuh pesanggrahan, dan jalan itu dah banyak njatuhin warga, termasuk kakak perempuan saya pernah jatuh 2x tuh disitu bang, sungguh ironi sekali…

  8. bisma

    May 13, 2016 at 1:35 pm

    Wilang ora isin yah pemerintahe duite nggo ngapa baen

  9. iwan

    May 13, 2016 at 3:07 pm

    Punggelan sepanjang jalan ngenes banget dalane….pemerintah kabupatene kerjane ngapa ya???ora tau ndeleng dalane pd bodol apa ya…

  10. kim_kim

    May 13, 2016 at 4:38 pm

    duite pada mng ndi ya lur..apa gane ora mudun kang nduwuran deneng nganti mengenaskan banget ..

  11. Jameelah

    May 13, 2016 at 5:28 pm

    Jalan utama dari kecamatan Sigaluh juga rusak parah. Kemaren baru ditambal, eh hari ini sorenya udah bolong lagi…

  12. koga

    May 13, 2016 at 11:38 pm

    smoga cepet dperbaiki baen…
    positif thingking ya lur.. mbok2 pemerintah banjarnegera wiz pada dbhz nang rapat anggaran nggo ngapiki dalan2 rusak.. biasane mang prosese madan suwe… kan legislatif & eksekutif rapate. kadang mlh tekan akhir taun mbe mlaku proyeke.. hahahaa

  13. Re

    May 14, 2016 at 12:51 am

    Janji2 pemerintah stempat mbok ya d lakukan,,ga malu ap sama kota lain yg jlnnya udh pd kuat2,,,smoga scptnya ad prbaikan jln total

  14. sky

    May 14, 2016 at 2:39 am

    Bupatine turu bae mbkn….

  15. Hasan

    May 14, 2016 at 2:41 am

    Se indonesia? saya rasa berlebihan….banyak daerah2 di pulau jawa yg lebih parah…apalagi luar jawa..jalanan di banjarnegara masih lumayan bisa dilewati kendaraan….

    • Bumi

      May 19, 2016 at 1:05 am

      Owalah dul..dul…
      Namanya juga berita… ya pasti “berlebihan”…
      Coba artikelnya di kasih judul “Jalan di Banjarnegara biasa2 aja, masih bisa dilewati”..
      Ya artikele gak ada yg baca…

  16. rio

    May 14, 2016 at 3:17 am

    sekarang bupati banjar negara siapa ya nama nya anee orang banjar juga gak ntau bupatinya….semakin hari malah semakin parah apa anggaran untuk perbaikan jalan sudah habis sama sekali dan tiada sisa,,tolong di informasikan ya pak bupati…

  17. rahaman

    May 14, 2016 at 5:33 am

    jalan dari tunggoro sampai banjar paling kbanyak lubang cuman di tambalin aja hbis di tambal paling seminggu ud bolong lagi gitu aja trus… Pemda banjar emang payah wonosobo purbalingga jalan udah jos smua , pemimpine gmana ini ya apa ga malu sama kabupaten tetangga…

  18. teguh

    May 14, 2016 at 12:41 pm

    bener bupatinr turu baen kurang piknik.

  19. kabul

    May 14, 2016 at 12:45 pm

    Mungkin di benerinya nunggu pemilih bupati sebagai sarana politik…klo di benerin sekarang nggak ada efeknya bagi hasil suara di pilkada…##politik konyol#

  20. mas bell

    May 14, 2016 at 8:19 pm

    aduh ngenesnya. saya ikut prihatin. semoga saya bisa jadi bupati/wakil bupati untuk berperan menyelesaikan permasalahan di banjarnegara

  21. Faiz

    May 15, 2016 at 1:17 am

    Awokawokawok :v
    Ane sih udah biasa lewat jalan itu ( wong wanadadi )
    Jalan dengan fasilitas offroad
    Rasakan sensasinya…

    • loli

      May 17, 2016 at 1:24 am

      Sing sabar gan :v

  22. Bumi

    May 16, 2016 at 12:31 am

    Jalur Kalimendong (Danaraja) ke selatan lebih parah boss… soale truk pasir putih melalui jalur ini

  23. Sendy

    May 16, 2016 at 1:49 am

    Nambah area jalan terbaik ya, di daerah kalibening tepatnya dari perempatan SMP N 1 Kalibening menuju arah Desa Sirukun,Bedana dan sekitarnya.

  24. Cahyo Adi Prabowo

    May 16, 2016 at 4:43 am

    Bisa kah kita lebih bijak? laporkan foto ini ke pemerintah atau dinas terkait? bukan menjelek-jelekan suatu daerah. Kita satu Bangsa, satu Indonesia. . Ya, memang ini salah satu bentuk partisipasi aktif dari masyarakat, tapi alangkah lebih bijak jika dikomunikasikan secara baik dengan pemerintah terkait?

    menurut hemat saya, jalan di daerah tersebut tergolong jalan kabupaten, dimana pemeliharaan menggunakan anggaran daerah setempat. Jalan di daerah tersebut juga tergolong jalan yang berada di tanah yang berstruktur labil.
    Untuk pelaksanaan pekerjaan perbaikan jalan, harus melalui berbagai tahap, yang memang terkesan lama. Hal ini dilakukan agar hasil pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan nantinya. Jadi alangkah lebih bijak jika masyarakat berkordinasi dengan aparat pemerintah terdekat, seperti kepala desa, dikomunikasikan dengan baik. kemudian kepala dengan merujuk permasalah tersebut ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu kecamatan, atau dinas terkait.
    Dinas pastinya akan bertanggungjawab dengan hal tersebut, dan akan mencari solusi terbaik, apakah nanti akan ada pemeliharaan rutin atau bahkan di rombak secara keseluruhan, atau bahkan alternatif lain yang lebih baik.

    Mari fokus untuk mencari solusi, bukan memperparah kondisi dengan saling memprovokasi.

    Salam, Satu Indonesia. 🙂

    • misrun

      May 17, 2016 at 12:43 pm

      Lah ya mandan di ngurusna patute, wong rika lambene dawa.. tur paham sekabeane.. oke gaesss !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

      • ndansono

        May 17, 2016 at 12:58 pm

        Nyong malah maca komene rika.. Ora maca artikele.. Rika pancen kritis.. Edaaan.. Keren

      • Bumi

        May 18, 2016 at 3:38 am

        Hahaha…Asyik…

    • kemper

      May 17, 2016 at 3:12 pm

      itu bkn provokasi gan.cb chek di PU,anggaran khususnya untuk tapen-wanadadi-banjarmangu sdh trn.tp pelaksanaannya molor.dl smpt ada tlsn “maaf sedang ada oerbaikan jalan” smp tulusan itu ilang,jalannya msh gt2 aja.nek mnrt sy ini krn efek pilkada.bupati saat ini kemungkinan sdh gak bakal terpilih,dan slh satu calone adlh kontraktor jalan.jd tau kan knp molor jalane.

    • weteng oblag

      May 17, 2016 at 5:13 pm

      udu provokasi,tpi nyong pada bingung arep sambat karo sapa? mungkin dng cara kya kie trus bisa sampai ke pemerintahan,biar cepat d tindak,sehurunge konsumen pada turun bero lik

    • Logam Krisna

      May 18, 2016 at 4:32 am

      You know, Banjarnegara itu Pejabate kurang respect terhadap masalah yang sedang di hadapi masyarakat, nek wis kronis nembe di tangani, kalau hanya mung sekedar laporan wis ora kurang kang, kenapa para sopir angkutan pada demo, karena tidak adanya respons dari Pemerintah Daerah, anda lihat Kabupaten tetangga Banjarnegara, Purbalingga Dalane Top markotop, Wonosobo Dalane Joss, dan hanya menyisakan satu Kabupaten yang saya sendiri jadi malu untuk mengatakannya karena hal yang buruk selalu menjadi Predikat yang selalu melekat. Memang lobang di jalan tak se-enak lobang berjalan.

    • Yogi

      June 25, 2016 at 10:07 pm

      “Dinas pastinya akan bertanggungjawab dengan hal tersebut, dan akan mencari solusi terbaik, apakah nanti akan ada pemeliharaan rutin atau bahkan di rombak secara keseluruhan, atau bahkan alternatif lain yang lebih baik.”
      Manis banget, hebat ya Banjarnegara!!!

    • banjar bergilar

      January 8, 2017 at 3:59 am

      Mungkin prosedurnya seperti itu,tapi kenyataan di lapangan tidak semudah teori. Jalan berlubang cuma di tambal yang justru bikin masalah baru seperti buat polisi tidur dadakan,kalopun di aspal ulang lebar jalan justru berkurang.

  25. dessy

    May 17, 2016 at 5:22 am

    Solusinya gampang kok,
    tinggal kita share / bagikan di media2 sosial.
    kalau sudah menjadi pembahasan tingkat nasional, biasanya baru ada respon dari Bupati…

    Mohon segera bergerak sebelum makin banyak jatuh korban.

    “kita selalu bayar pajak, duitnya pada keman aya? ”

    ngenessss….

    • Bumi

      May 18, 2016 at 2:38 am

      Setuju gan…
      Buat agan #cahyo adi prabowo si bijak banget..banget…dan banget…
      Tapi apa pemerintah kita juga bijak????

  26. adi

    May 17, 2016 at 5:43 am

    Sory koreksi #cahyo adi prabowo klo kita cuma berdiskusi dgn aparat pemerintahan daerah saja itu hal yg tabu anda tau sndiri bagaimna pmrintah daerah di indonesia apa lgi klo yg sdah pnya jbatan tinggi, wong kita cuma minta jalan bener saja sbgai fasilitas rakyat kok gak berlebih…memeng nya fasilitas apa lagi yg bsa didapat masyarakat mnengah ke bwah selain akses jalan?

    • Logam Krisna

      May 18, 2016 at 4:39 am

      Sejuta, ech Se7 sama loe broww…………..?? :V

    • kharisma

      May 19, 2016 at 7:19 am

      mas Cahyo Adi Prabowo bae sing kon diskusi karo tiang tiang tinggi sing teng kabupaten nek saged ya Alhamdullilah panjenengan dadi superhero bijak e Banjarnegara .
      #mantan wong Banjarnegara mandane kecewa ro dalan Banjarnegara motor mobil sing rasakna larane hahaha

  27. dwi waluyo

    May 18, 2016 at 1:52 am

    jalan kalimandi-mandiraja tuh rusak, bergelombang,,,semoga cepat direnov..apalagi itu jalur utama yang menghubungkan banjar – purbalingga

  28. riski w

    May 18, 2016 at 2:05 am

    Duite disimpen men berbunga broo

  29. tio

    May 18, 2016 at 8:42 am

    Jane duit anggaran nggo jalan temangsang nang ndi si ya. Kok kabupaten lia dalane pada apik tp banjar dewekan sing elek. Jarku dalan kang banjar-wonosobo ya jalan propinsi. Dalan sing mlebu purbalingga karo wonosobo kondisine pada apik kbh

  30. Cahyo Adi Prabowo

    May 23, 2016 at 9:50 am

    email saya sudah dibales Pak Ganjar Pranowo, semoga segera terealiasi 🙂

    ini link screen shootnya https://twitter.com/cahooy/status/734682251728822272

  31. kang Bowo

    June 20, 2016 at 8:09 am

    nyong warga banjarnegara yang tinggal di perantauan,setiap kali pulang kampung rasane nelangsa..orang wanadadi dan sekitarnya juga tiap tahun kena pajak kendaraan,kemana uangnya kok bangun jalan aja gak bisa..la kalau naik motor apa mobil di jalan yang kaya sungai asat rasane ya ora perlu mbayar pajak..sudah ganti bupati 2 kali tetap saja wanadadi jadi anak tiri,,gak pernah bener jalannya.

  32. mulyono

    June 29, 2016 at 5:50 am

    Piye to.banjanegara apbd kan gede.punya objec wisata..mosok mvangun dalan wae ra mrantasi.pejabat terkait wis ra peka…bisu,tuli,

  33. John Matthew

    January 8, 2017 at 12:01 am

    Wisata seribu lubang, jalan kematian,

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.