Intervensi Surya Paloh dalam Kebijakan Redaksi MetroTV

Berhentinya program televisi Mata Najwa disayangkan banyak pihak. Pemberhentian mendadak itu, setelah episode terakhir bersama Novel Baswedan, memantik spekulasi adanya intervensi pada redaksi. Sang pemilik, Surya Paloh (SP), yang kini jadi kekuatan utama penyokong pemerintah bisa jadi terlibat.

Sembari menunggu penjelasan resmi Najwa Shihab atau MetroTV, kita patut belajar dari masa lalu . Intervensi pemilik media terhadap kebijakan redaksi bukanlah sesuatu yang baru. Itu pula yang terjadi pada MatroTV.

Mantan Pemimpin Redaksi MetroTV Andy F Noya menceritakan aneka pengalaman yang mengungkap adanya intervensi pemilik dalam kebijakan redaksi MetroTV dalam biografinya: Andy F Noya, Kisah Hidupku.

Saat SP berencana mencalonkan diri menjadi presiden melalui Konvensi Partai Golkar, intervensi itu sudah mulai terjadi (hlm. 359).

Keputusan SP terjun ke politik praktis sudah ditolak Andy. Tetapi ambisi SP tak bisa dibendung. Dan, terjadilah aneka intervensi yang dikhawatirkan Andy.

Tim sukses yang dibetuk SP untuk memuluskan usahanya mulai agresif mengambil aneka langkah memenangkan SP. Salah satunya adalah memaksa MetroTV menjadi corong untuk menyuarakan pemikiran SP. Dengan segala cara mereka berusaha agar sesering mungkin berita mengenai SP muncul. Akibatnya: tiada hari tanpa berita SP, baik di MetroTV maupun Media Indonesia (jlm. 361).

Sebagai Pemimpin Redaksi, Andy Noya berusaha menjaga pintu newsroomnya. Tetapi ia sering kebobolan karena tim sukses SP melakukan berbagai manuver melaui banyak pintu. Kepada para produser dan wartawan MetroTV, tim sukses SP itu menggunakan kata sakti: atas perintah Surya Paloh.

Mendekati konvensi, intervensi SP (melalui tim suksesnya) terhadap MetroTV semakin agresif. Tim sukses menjadikan MetroTV sebagai sarana kampanye yang harus dimanfaatkan secara optimal. Kondisi itu dirasakan redaksi sudah menggelisahkan, bahkan Andy sebagai pemimpin redaksi sampai berniat mengundurkan diri.

Tetapi, tentu saja, Sp menolak pengunduran diri itu. Andy bahkan diajak SP untuk menemaninya berkampanye.

Kejadian paling epik yang menandai intervensi itu terjadi saat SP akan menggelar kampanye terakhir di Slipi. Andy dipaksa untuk ikut. Andy F Noya, sang pemimpin redaksi, bahkan diminta supaya ikut mamakai jas kuning Golkar.

“Gagah sekali kamu,” ujar SP saat melihat wartawan andalannya memakai jaket kebesaran Golkar (hlm. 364).

Rahmat Petuguran
Pemimpin Redaksi PORTALSEMARANG.COM, sudah biasa diintervensi pemilik media

Sumber foto: di sini.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *