Inikah kemungkinan Solusi Permasalahan Formasi Menteri Kabinet Jokowi?

Seperti kita ketahui, Bangsa Indonesia sekarang ini sedang dalam masa Euforia memiliki pemimpin baru yang konon merupakan pilihan rakyat. Banyak hal yang diharapkan menjadi langkah awal terjadinya perubahan di dalam bangsa dan negara ini.

Setelah tongkat kepemimpinan berpindah dari bapak Susilo Bambang Yudoyono yang notabene telah menunjukan perkembangan yang cukup signifikan dalam kurun waktu satu dekade terakhir ke bapak Jokowi, pemerintahan ini juga diharapkan menciptakan perubahan yang signifikan ke arah Indonesia yang lebih baik.

Namun ada suatu kendala yang terjadi di babak babak awal pemerintahan pak Jokowi tersebut. Permasalahan itu terletak pada strategi awal yang akan diterapkan oleh beliau dalam memilih kabinet para menterinya. Baru baru ini media menggemborkan bahwa beberapa calon bapak menteri kita masuk dalam kategori kartu kuning dan kartu merah dalam saku KPK. Yang dimaksud dengan hal tersebut adalah para calon tersebut terindikasi “kurang bersih” dalam hal yang menyangkut ranah kerja KPK yaitu masalah Korupsi.

Tak dapat dipungkiri bahwa masalah korupsi sudah seperti mendarah daging di bumi Indonesia. Berbagai kasus yang melibatkan para pejabat baik yang baru maupun yang lama telah menjadi momok bagi perkembangan negeri ini. Hal tersebut akan menjadi potensi berkurangnya kesempatan bangsa dan negara Indonesia ini untuk menjadi negara maju dan memiliki masyarakat madani di masa datang.

Dari permasalahan tersebut, hal yang bisa di andaikan untuk dilakukan adalah mencitakan terobosan baru yang benar benar belum pernah dilakukan oleh Indonesia sebelumnya. Salah satu terobosan yang bisa dilakukan oleh pemimpin pada masa sekarang ini adalah mencari bibit pemimpin unggul yang masih suci dari kotornya dunia politik di Indonesia.

Ya, ada satu hal yang dewasa ini ramai di bicarakan di media internasional yang notabene di anggap sebuah hal aneh tetapi lambat laun menuai banyak pujian dari berbagai lingkup masyarakat dunia. Hal tersebut adalah penunjukan seorang perempuan muda berusia 15 tahun di Palestina untuk menjadi Walikota di salah satu kota di negara itu.

Hal tersebut memang terjadi di sebuah kota yang bernama Allar, Tulkarm yang terletak di tepi barat palestina. seorang wanita muda berusia 15 tahun bernama Bashaer Othman ditunjuk oleh pemimpin disana untuk menjadi seorang walikota.

Banyak kerguan yang muncul karena usia belia perempuan tersebut. Mereka bertanya tanya kapasitas dan kemampuan wanita seusia itu. Namun setelah 2 bulan memimpin, banyak terjadi perubahan yang cukup membanggakan terjadi di kota tersebut.

Dari hal tersebut, dapat kita ambil sebuah contoh nyata bahwa seorang pemuda juga dapat menciptakan perubahan besar di kalangan pemimpin di suatu negara. Hal ini juga bisa digunakan sebagai salah satu solusi dari kesulitan bapak Jokowi untuk mencari formasi yang tepat untuk mengisi jabatan di kabinet beliau. Apalagi kalau dilihat lebih dalam, Bashaer Othman pernah mengatakan bahwa inspirasi dalam hidupnya adalah seorang pemimpin dari Indonesia yang merupakan presiden pertama kita yaitu bapak Soekarno.

Dengan demikian, apakah hal ini dapat menjadi sebuah referensi untuk mencari pemimpin yang benar benar bersih yang bisa membantu bapak Jokowi untuk memimpin bangsa ini ke arah kemajuan. Patut kita tunggu.

Agung Nugroho, S,Pd., M,Ed.
Graduate of Master of Education
University of Canberra
International Office
Semarang State University

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *