Indonesia Masih Di taraf Sekarat

Coastal Clean Up oleh Jepara Green Generation di pantai Seribu Akar, Jepara.

Sudah tidak menjadi rahasia lagi bahwa Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik terbesar nomor ke-2 setelah China pada tahun 2010 dan data terbaru perkiraan akan bertambah jumlah sampah yang dihasilkan oleh Indonesia. Ini berdampak pada lingkungan yang semakin hari memburuk dan terjadi pencemaran dimana-mana.

Beberapa faktor yang menjadi penyebab meluapnya sampah plastik di Indonesia diantaranya adalah masih banyaknya pabrik-parik masih menggunakan kemasan produknya yang berasal dari plastik serta masih banyak pula restoran atau warung-warung pinggir jalan yang masih menggunakan sedotan plastik yang kadang tak jarang dengan menyiasati minim sampah sedotan plastik tersebut dicuci dan digunakan kembali, demi menyiasati keluarnya ongkos lebih untuk beralih ke stainless straw atau sraw bamboo dan kertas.

Dampak terbesar dari sampah plastik adalah di laut, tentu saja kita tau Indonesia adalah negara maritim yang banyak pulau dan dikelilingi oleh lautan. Tentu saja pembuangan semua limbah yang tidak diolah ke saluran pembuangan yang melewati aliran sungai dan berakhir di laut.

Banyak sampah plastik terapung beratus-ratus tahun di laut. Merusak biota dan ekosistem laut, banyak hewan laut yang terperangkap diantara gumpalan sampah-sampah itu dan ada juga yang menganggap sampah itu adalah makananya hingga tanpa dia tau dimakan dan menyebabkan infeksi saluran pencernaanya hingga mati.

Terumbu karang tempat tinggal biota laut yang indah rusak dan mati akibat sampah plastik kemasan sampo dan produk-produk yang mengandung obat kimia lainnnya.

Tinggkat kesadaran masyarakat terhadap isu ini masih rendah, contohnya saja penggunaan kantong plastik dan sedotan plastik masih dilakukan. Padahal semua itu adalah produk sekali pakai dan akan dibuang. Meskipun sudah ada beberapa sekelompok orang yang sadar dan beralih ke totebag dan stainless straw. Perlu adanya  sosialisasi dan Peraturan Undang-Undang tentang isu ini agar Indonesia tidak sekarat dari isu lingkungan lagi.

Pemerintah harus lebih tegas terhadap permasalahan ini, adanya peran pemerintah diharap menjadi perubahan bagi keberlangsungan lingkungan di Indonesia. Perlu adanya penindakan tegas terhadap pabrik-pabrik yang menjadi menyumbang sampah plastik dan para pelaku pembuang sampah sembarangan serta adanya tong sampah pemilah.

Tidak hanya berdampak negatif sampah plastik juga berdampak pada ekonomi di Indonesia, yakni bermunculan UMKM pengolah sampah plastik menjadi tas atau dompet dan perabotan rumah tangga serta aksesoris. Hal ini perlu dikembangkan lagi oleh pemerintah agar menanggulasi sampah plastik yang akhir-akhir ini bergejolak. Telah ada beberapa daerah di Indonesia yang menggalakan program listrik tenaga sampah, namun kembali lagi itu masih dipelajari dan diuji coba dengan anggaran yang seadanya.

Oleh karena itu, perlu adanya kerjasaman antara pemerintah dan masyarakat terhadap masalah sampah di Indonesia. Masyarakat perlu menanamkan sifat peduli terhadap isu lingkungan yang sekarang serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia bersih bebas sampah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.