Indah Juara Jetranas, Tsanisa Juara LKTI

MAJALAHMERAHPUTIH.COM – Dua siswa SMA Negeri 14 Semarang baru saja mempersembahkan prestasi tingkat nasional untuk sekolahnya. Indah Widyaningrum mewakili Jawa Tengah diajang Jejak Tradisi Nasional (Jetranas) di Makasar, sementara Tsanisa Eka Setyaningrum masuk sepuluh besar LKTI di Solo.

Yuni Kurniarini, Humas SMAN 14 Semarang mengatakan bahwa Jetranas adalah ajang tingkat nasional yang digelar di Makasar belum lama ini. Dari Jawa Tengah ada tiga wakil, salah satunya dari Kota Semarang yang diwakili oleh SMAN 14 Semarang.

“Secara nasional kami masuk regional IV yang terdiri atas tiga propinsi yaitu Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur, masing-masing propinsi ada tiga perwakilan jadi  bersembilan,” Jelasnya.

Indah Widyaningrum, setelah di Makasar anak-anak bebaur dengan 100 perwakilan dari seluruh Indonesia untuk saling bertukar pengalaman dan saling mengenalkan kebudayaan. Endingnya mereka harus bisa menampilkan masing-masing kebudayaan versi regional masing-masing.  “Sembilan anak dari regional IV menampilkan pernikahan adat jawa lengkap, jadi bersembilan kami bagi tugas masing-masing untuk menjadi bagian-bagian sesuai dengan prosesi adat jawa, Alhamdulillah ini mampu menjadikan mereka meraih juara I,” jelas Indah Widyaningrum.

Sementara itu Tsanisa Eka Setyaningrum menjadi  Juara atribut pengetahuan kepurbakalaan di Solo. “Dari 300-an makalah yang masuk ke panitia siswa kami lolos 50 besar, masuk ke final dan  kemudian presentasi satu persatu dihadapan juri. Nah siswa kami mengambil judul Situs Kota Lama yang tidak lagi terpingirkan,” jelas Yuni.

Isi makalah yang dibuat oleh Tsanisa yaitu menunjukan ke dunia luar bahwa kota lama tidak lagi terpinggirkan, “Kami mendukung pemerintah bahwa membangun kota lama itu tidaklah mudah dan seketika, tetapi membutuhkan proses yang membutuhkan dana, waktu, dan perencanaan secara bertahap. Intinya kami menunjukan potensi Kota Lama bahwa disana ada acara, dan apa-apa yang ada di Kota Lama,” jelasnya

Tsanisa Eka Setyaningrum yang baru duduk di Kelas X, mengaku cukup bangga bisa mengenalkan Kota Lama sebagai warisan budaya di kancah nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.