IKIP PGRI Bangun Pusat Pelatihan Guru

IKIP PGRI Semarang membangun Pusat Pelatihan dan Pengembangan Profesi Guru untuk memfasilitasi pengembangan mutu dan kompetensi guru.

“Kami siapkan berbagai fasilitas pendukung upaya pelatihan dan pengembangan kompetensi dan mutu guru di pusat pelatihan ini,” kata Rektor IKIP PGRI Semarang Muhdi usai peresmian P4G IKIP PGRI Semarang, Senin (30/1).

Pusat pelatihan yang dibangun di Kampus II IKIP PGRI Semarang itu, kata dia, dilengkapi dengan berbagai laboratorium dan layanan pelatihan, seperti laboratorium mata pelajaran, psikolog, dan pustakawan.

Menurut dia, guru memerlukan pelatihan secara berkala untuk mengembangkan kompetensinya agar hasil pembelajaran yang didapatkan bisa maksimal, setidaknya pengembangan empat kompetensi dasar yang harus dimiliki.

Empat kompetensi dasar yang harus dimiliki, kata dia, yakni kompetensi pedagogis, sosial, kepribadian, dan profesional yang harus diasah, termasuk melalui pelatihan, meski guru sudah memeroleh sertifikasi.

“Pusat pelatihan ini juga menjadi tempat sertifikasi guru. Kami sediakan fasilitas menginap, karena pelatihan butuh waktu lebih satu hari. Biasanya, pendidikan dan pelatihan profesi guru (PLPG) sampai 10 hari,” katanya.

Untuk pelatihan dan pengembangan kompetensi guru, ia menjelaskan, IKIP PGRI Semarang sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) telah beberapa kali melakukan pelatihan, termasuk untuk guru madrasah.

“Beberapa waktu lalu, kami dipercaya Kementerian Agama melatih 800 kepala madrasah. P4G ini juga kami siapkan untuk langkah evaluasi guru-guru pascasertifikasi,” kata Muhdi yang juga Sekretaris Umum PGRI Jawa Tengah itu.

Kampus II IKIP PGRI Semarang yang digunakan untuk P4G itu dibangun di atas lahan seluas 2.383 meter persegi, memiliki empat lantai, dilengkapi berbagai laboratorium pembelajaran dengan biaya pembangunan Rp11,4 miliar.

Sementara itu, Gubernur Jateng Bibit Waluyo dalam kesempatan sama mengharapkan keberadaan P4G itu bisa membantu upaya pengembangan mutu dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menekuni profesi pengajar.

“Kalau proses pendidikan tenaga pengajar atau guru dilakukan baik, maka akan melahirkan SDM yang profesional yang membuat Jateng semakin maju dan semakin baik. Hasil pembelajaran akan semakin bagus,” kata Bibit menyoal lembaga pelatihan guru ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.